Connect with us
Dibaca: 31.753

Politik

Yusril Ajak Umat Islam Berpolitik, Agar Tidak Terpilih Lagi Pemimpin Seperti Saat Ini

Foto: Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra

SWARARAKYAT.COM – Pidato Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra pada Pembukaan Kongres Umat Islam, di Sumatera Utara (Sumut), 30 Maret 2018 lalu kembali ramai diperbincangkan.

Saat itu Yusril mengajak dan menghimbau umat Islam untuk peduli terhadap dunia politik dan tidak lagi memandang politik itu kotor.

“Saya mengajak dan menghimbau umat Islam seluruhnya, jangan ada lagi yang mengatakan ‘Kami tidak mau ikut politik’, dengan alasan Islam itu suci, Politik itu kotor. Jangan dicampuradukkan,” tegas Yusril.

Baca Juga:   Jika Pemerintah Macam-Macam, Fahri Hamzah Siap Lakukan Ini

Yusril membeberkan ketidakpedulian terhadap politik akan beresiko kekuasaan diambil oleh pihak lain. Yusril mencontohkan nasib yang dialami Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dibubarkan pemerintah

“Terjadilah apa yang kemudian dialami HTI. Dulu diajak Politik tidak mau, dengan alasan ‘Kami hanya mau khilafah’. Yang ada sekarang thogut. Lalu ndak mau nyoblos. Ndak mau ikut Pemilu,” bebernya.

Baca Juga:   Yusril Ihza Mahendra: Perda Syariah Ada Atau Tidak Ada

Begitu Jokowi terpilih menjadi Presiden, kata Yusril, lalu Jokowi menerbitkan selembar surat pembubaran HTI.

“Dan HTI pun cuma bisa melongo. Ndak bisa berbuat apa-apa. Saya bilang pada tokoh HTI ‘Segudang kepintaran itu tidak ada artinya dibanding segenggam kekuasaan,” ujar Yusril.

“Presiden itu, walaupun orangnya goblok (tidak menyebut nama), tapi segoblok-gobloknya dia, dia itu Presiden,” terang Yusril.

Baca Juga:   Yusril Blak-blakan Soal Keputusannya Tinggalkan Prabowo-Sandi

Kemudian Yusril mengisahkan pengalamannya di masa Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Prev1 of 3

SWARARAKYAT.COM merupakan media informasi dan pemberitaan yang independen, terbuka, dan terpercaya yang didedikasikan untuk menyampaikan fakta, data, dan kebenaran berdasarkan standar, prinsip, dan kode etik jurnalisme| Saatnya Rakyat Bersuara

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!