Connect with us
Dibaca: 8.145

Ekonomi

Rini Soemarno dan Achmad Baiquni, Menteri dan Dirut Kasmaran?

FOTO: Dirut BNI, Achmad Baiquni bersama Menteri BUMN, Rini Mariani Soemarno (Twitter)

SWARARAKYAT.COM – Menteri BUMN, Rini Mariani Soemarno diterpa gosip tak sedap. Rini dikabarkan menjalin hubungan spesial dengan Direktur Utama (Dirut) Bank Negara Indonesia (BNI), Achmad Baiquni.

Kabar jalinan asmara Rini dan Baiquni dihembuskan mantan Anggota DPR RI, Djoko Edhi Abdurrahman di akun Twitter @jokoedy6. Ia mengunggah foto Rini dan Baiquni berpegangan tangan dengan caption “Menteri dan Dirut Kasmaran”.

Diketahui, Rini menunjuk Achmad Baiquni sebagai Dirut PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., menggantikan ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gatot M. Suwondo pada Maret 2015. 

Baca Juga:   Terbongkar! Pemecatan Rizal Ramli Disebut Ada Pengusaha Rangkap Penguasa Takut Proyeknya Disetop

Sebelumnya, Achmad Baiquni merupakan direktur keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dia diangkat sebagai Direktur Keuangan BRI sejak 20 Mei 2010.

Dia akhirnya kembali ke bank yang membesarkannya. Baiquni tercatat memulai karir perbankan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., sejak tahun 1984.

Baiquni diangkat sebagai bos baru BNI dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan yang digelar Selasa (17/3/2015). Tidak hanya direksi, pemegang saham juga merombak jajaran dewan komisaris emiten berkode saham BBNI tersebut. 

Baca Juga:   Jokowi Perintahkan Menteri PUPR Beli Karet Petani, Ferdinand: Apa Hubungan Karet dengan Menteri Pekerjaan Umum? Ah, Parah!

Kehidupan Asmara Rini Soemarno

Kesuksesan Rini dalam karier, tidak semanis dalam biduk bahtera keluarga. Setelah lebih dari dua dekade, tepatnya 23 tahun, biduk rumah tangga Rini Soemarno dan Didik Soewandi berakhir tragis.

Didik mengajukan cerai terhadap Rini. Menurut Didik, sang istri sudah berubah sejak masuk ke kalangan birokrat di Departemen Keuangan tahun 1996.

Dalam gugatannya, Didik menuntut dua hal yakni hak perwalian anak, dan pembagian harta gono gini. Saat proses perceraian, usia Rini 47 tahun, lebih muda 5 tahun dari suami yang berusia 52 tahun.

Didik menggugat cerai Rini ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 8 Maret 2006. Sewaktu mengajukan, ia diwakili kuasa hukumnya, Juan Felix Tampubolon.

Sidang gugatan cerai Didik Soewandi terhadap Rini Soewandi berlangsung Kamis 6 April 2006. Sidang yang dimulai pukul 09.30 WIB berlangsung cukup singkat, sekitar 15 menit.

Juan Felix menuturkan, kala itu, alasan utama kliennya menggugat cerai adalah perselisihan yang sulit untuk diselesaikan. Selama sembilan tahun belakangan, menurut Didik kepada Juan, ia dan Rini tidak henti hentinya bertengkar. 

Baca Juga:   Peringati Hari Tani Nasional, BEM Se-Indonesia Gelar Aksi Serentak di 19 Titik

Pasangan Rini dan Didik dikaruniai dua anak, Yhodananta dan Nindia, keduanya sudah dewasa. Belakangan, pasangan itu mengadopsi Fauzan. Hak perwalian yang diminta Didik adalah atas Fauzan. “Ia sudah seperti darah dagingnya sendiri,” kata Juan Felix Tampubolon, pengacara Didik.

Kedekatan Didik dan Fauzan dimulai ketika Rini menjadi pejabat pemerintah. Didik, menurut Juan, lebih banyak mengurus anak itu ketimbang Rini.

Namun, setengah tahun menjelang cerai, Juan melanjutkan, Didik mengalami kesulitan menemui Fauzan. “Itu sebabnya, ia meminta hak perwalian,” kata Juan. 

Baca Juga:   Rupiah Ditutup Sore Ini Melemah Rp14.860

Didik menuturkan, awal kehidupan rumah tangga mereka dirasakan cukup baik, serasi, dan harmonis. Namun, sejak akhir 1996, mulai timbul percekcokan dan pertengkaran. “Ya, sudah tidak ada chemistry, sudah tidak ada kecocokan. Tidak bisa dipaksakan,” ujar Didik. 

Baca Juga:   Jokowi: Persoalan Ekonomi Hanya Bisa Diselesaikan IMF dan WB, Itu Pandangan Usang, Pengamat: Kok Fasilitasi Pertemuannya di Bali?

Setelah resmi bercerai, Rini menanggalkan nama Soewandi. Kini ia menggunakan nama asli, Rini Mariani Soemarno.

Nah, benarkah Rini menjalin hubungan spesial dengan Achmad Baiquni? (SR/Ren)

SWARARAKYAT.COM merupakan media informasi dan pemberitaan yang independen, terbuka, dan terpercaya yang didedikasikan untuk menyampaikan fakta, data, dan kebenaran berdasarkan standar, prinsip, dan kode etik jurnalisme| Saatnya Rakyat Bersuara

More in Ekonomi

error: Dilarang copy paste tanpa izin!