Connect with us
Dibaca: 1.247

Bisnis

Pemerintah Resmi Beri Kesempatan Asing Masuk UMKM dan Segala Bidang Usaha Kecil

Menko Perekonomian Darmin Nasution bersama Menkeu Sri Mulyani, Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menperin Airlangga Hartarto saat mengumumkan paket kebijakan ekonomi yang ke-16 di Istana Negara, Jakarta , Jumat (16/11/2018).

SWARARAKYAT.COM – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution resmi mengeluarkan kebijakan relaksasi DNI (daftar negatif inveatasi) sebagai bagian dari paket kebijakan ekonomi ke-16 yang dirilis hari ini, Jumat (16/11/2018).

Salah satu tujuan relaksasi ini adalah membuka kesempatan penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan asing masuk dalam sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi agar bisa masuk ke segala bidang usaha.

“Relaksasi DNI ini mendorong penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA) untuk berinvestasi di UMKM serta Koperasi agar bisa masuk ke seluruh bidang usaha,” jelas Darmin di Kantor Presiden Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (16/11/2018). 

Baca Juga:   Sandiaga Uno Kembali Jual Sahamnya di Saratoga, Untuk Biaya Kampanye?

“Selain itu pemerintah juga memperluas peluang kemitraan dengan UMKM dan Koperasi agar bidang usaha meningkat lebih besar,” imbuhnya.

Selain itu melalui kebijakan ini pemerintah membuka kesempatan PMA untuk memiliki porsi saham lebih besar jika dinilai sektor usahanya masih sepi.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan secara rinci ada beberapa sektor perindustrian yang mengalami revisi DNI.

Baca Juga:   Soal Poligami Bersama Dua Istri, Opie Kumis Punya Cerita Menarik Lho

“Sektor yang dibuka untuk investasi adalah industri printing dan rajut; kemudian ada industri yang kami keluarkan dari kemitraan menjadi terbuka seperti kecap, susu kental, minyak, paku, mur, dan baut,” terangnya.

Airlangga juga menjelaskan ada sejumlah bidang usaha dengan syarat tertentu seperti karet dengan jaminan suplai yang dijamin.

“Sementara seperti industri rokok kretek dan rokok putih kami lepaskan karena ada kewajiban bangun industri, untuk soft skill seperti batik dan buah-buahan kami serahkan ke UMKM” imbuhnya. 

Baca Juga:   Unggul di Survei Internal, Kubu Prabowo Tantang Lembaga Survei Buka Sumber Data

Terakhir, Airlangga mengatakan UMKM bidang rumput laut kini telah dibuka untuk investasi dan kemitraan.

“Yang baru kami berikan UMKM adalah industri rumput laut, silakan investor masuk, tinggal perjelas skema kemitraan, bisa kontrak, suplai, yang penting tidak mengikat,” ujar Airlangga Hartarto. (Tribun)

Kontributor Wilayah Pantura

More in Bisnis

error: Dilarang copy paste tanpa izin!