Connect with us
Dibaca: 2.838

Politik

Ngeri! Diplomat Senior Ini Beberkan Resiko Jika Presiden Jokowi Kabulkan Permintaan Ketum PBNU Usir Dubes Arab Saudi

Diplomat Senior Hazairin Pohan - Foto: Panjimas

SWARARAKYAT.COM – Diplomat Senior Hazairin Pohan menanggapi protes keras Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj atas cuitan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi, Osamah Muhammad Al-Suaib.

Mantan Dubes Polandia itu menjelaskan beberapa pertimbangan terkait hubungan diplomatik negara. Pertama, penyelenggaraan politik dan hubungan luar negeri sebesar Indonesia ini bukan perkara gampang.

“Negeri kita besar bukan saja kepentingan internasionalnya besar, tetapi tanggungjawabnya juga bukan ringan,” tegas pria yang akrab disapa Pohan itu.

Baca Juga:   Rocky Gerung: Rezim Tak Punya Ide, Dia Ekspoitasi Kemarahan Publik Lewat Kasus RS

Oleh karena itu, tambahnya, Undang-undang (UU) No. 37/1999 tentang Hubungan Luar Negeri memberi tanggungjawab diplomasi itu ditangan Presiden.

“Dan sehari-hari untuk manajemen diplomasi ditugaskan Menlu membantu,” ujarnya.

Diplomasi itu memang ‘discreet’, tetapi pertimbangan untuk pembuatan kebijakan itu menimbang secara holistik dan masak agar tidak merugikan bahkan agar menguntungkan kepentingan nasional.

“Tetapi, diplomasi dan hubungan antar negara itu berdasarkan kaidah hukum internasional, kebiasaan dan praktik antar-negara,” tegas Pohan.

Baca Juga:   Istana Puji Reuni Alumni 212

Kedua, mari kita ukur seberapa besar risiko jika Presiden Jokowi salah mengambil keputusan.

“Hubungan antar-negara itu (sesuai bobot dan kepentingan masing-masing) berbeda satu dengan lainnya. Ada faktor leverage bermain: siapa memiliki kepentingan apa terhadap siapa,” beber Pohan.

Prev1 of 8

Kontributor Wilayah Pantura

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!