Connect with us
Dibaca: 432

Nasional

Ustadz Abdul Somad Tanggapi Tudingan Ulama Radikal dan Kasus Habib Bahar

Tudingan Ulama Radikal dan Kasus Habib Bahar mendapat perhatian dari Ustadz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad - Istimewa

SWARARAKYAT.COM – Ustadz Abdul Somad (UAS) memberikan tanggapannya tentang kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi yang kini tengah menjerat Habib Bahar bin Smith.

Ustaz Abdul Somad kemudian menjelaskan soal paham radikal yang sering dituduhkan kepada para ulama. Menurut UAS, paham radikal itu belum memiliki definisi yang sama.

“Dudukkan semua ormas dalam satu forum lalu dibuat pasal atau acuan soal radikal,” ujar Ustaz Abdul Somad ketika diwawancara dalam acara kabar petang .

Baca Juga:   Dubes Arab Saudi: Habib Rizieq Tidak Punya Masalah Hukum, Baik di Indonesia atau Saudi

UAS pun mengatakan soal keterkaitan paham radikal dengan NKRI. Menurutnya, ada dua pasal yang tepat digunakan untuk paham radikal tersebut.

“Pasal pertama, kau orang akan disebut radikal, kalau dia tidak mengakui negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila. Pasal satu, siapa saja yang tidak mengakui NKRI, Pancasila maka dia radikal,” jelas Ustaz Abdul Somad.

Bertaut pada pasal tersebut, Ustaz Abdul Somad pun mempersilahkan kepada pihak berwenang untuk bertanya kepada para ulama.

Terutama kepada para ulama yang sempat dianggap punya paham radikal seperti Habib Rizieq Shihab.

“Sekarang kita timbang dengan timbangan ini. Siapa yang dikatakan radikal ? Kita tanya Habib Rizieq Shihab. Apakah Habib Rizieq tidak mengakui Pancasila dan UUD 1945 NKRI ?” tanya Ustaz Abdul Somad.

Baca Juga:   Tokoh Muda NU: Ar-Rayah dan Al-Liwa Itu Bendera Perang, Bukan Identitas Politik Umat Islam

Ustaz Abdul Somad meyakini bahwa para ulama tersebut sesungguhnya cinta dengan NKRI.

Begitu juga dengan Habib Bahar bin Smith yang disebut Ustaz Abdul Somad kini dituduhkan sebagai pihak yang radikal.

“Saya yakin dan percaya, Teuku Zulkarnaen, Ustaz Habib Rizieq Shihab, Ustad Bahar Bin Smith yang dituduhkan radikal itu, akan mengeluarkan pernyataan atas pertanyaan, ‘Kami cinta NKRI’” imbuh Ustaz Abdul Somad.

Baca Juga:   Gus Irwan: Perawi Hadits Bendera Rasulullah Bertulis Kalimat Tauhid Dicurigai Berbohong

Lanjut ke pasal dua, Ustaz Abdul Somad mengatakan bahwa ada pernyataan yang menjadi tumpuan untuk seseorang bisa mengatakan bahwa ulama itu adalah radikal.

Yakni dengan mengetahui pernyataannya soal memusuhi pihak yang tidak seagama dengannya.

“Pasal dua, siapa yang pernah mengeluarkan ujaran kebencian ‘bila tidak seagama dengan kamu, hancurkan rumahnya, bakar kendaraannya, ratakan dengan tanah’ barulah dia dicap radikal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ustaz Abdul Somad pun mencoba menanggapi kasus yang tengah membelit para ulama itu dengan pandangan lain.

Menurut Ustaz Abdul Somad, khalayak seharusnya bisa cermat soal kasus yang sedang ramai tersbut.

“Yang perlu kita cermati, apakah ini sengaja ramai ataukah ingin dibuat ramai untuk dijadikan sebuah komoditi ?” pungkas Ustaz Abdul Somad.

Baca Juga:   Yenny Ungkap Potensi Suara Jaringan Gus Dur Untuk Jokowi, Inayah Wahid: Gusdurian Netral, Tidak Memihak

Sambil berbincang dengan Karni Ilyas, Ustaz Abdul Somad juga tampak mengetahui soal hinaan yang dituding dilakukan oleh Habib Bahar bin Smith untuk Presiden.

Menurut Ustaz Abdul Somad, kasus Habib Bahar bin Smith itu bisa terselesaikan dengan jalur hukum. Sebab menurutnya, Indonesia ini adalah negara hukum.

“Kita tinggal di negara hukum. Maka segala keputusan bersalah atau tidak bersalah mustilah berdasarkan hukum yang berlaku. Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

Namun, bagi Ustaz Abdul Somad, hukum tidak layak untuk dimainkan. Sebab, masyarakat nyatanya kini tidak bodoh.

Karenanya, Ustaz Abdul Somad pun menyerahkan semua keputusan atas kasus yang menjerat Habib Bahar bin Smith itu kepada hukum yang seadil-adilnya.

Baca Juga:   Ribuan Mahasiswa Geruduk DPRD Riau, Gantung Pocong Bergambar Jokowi

“Hukum yang akan berkata benar, masyarakat akan menyaksikan. Ketika kita mainkan hukum, ingat, masyarakat tidak bodoh. Informasi jelas, terbentang di matanya,” ujar Ustaz Abdul Somad.

“Kalau dia terkait masalah negara, pencemaran nama baik kah, merusak simbol negara, kita letakkan hukumnya. Insya Allah, kita selesaikan dengan proses,” jelasnya. (Ren/Tribun)

Kontributor Wilayah Pantura

More in Nasional

error: Dilarang copy paste tanpa izin!