Connect with us
Dibaca: 326

Sosial Media

Pekerja Tewas di Papua Tidak Ada Jaminan, Banser Dapat Jaminan BPJS Ketenagakerjaan, Netizen: Negara Amburadul

Kartu BPJS Ketenagakerjaan - Foto: WartaKota

SWARARAKYAT.COM – Nasib tragis para pekerja yang tewas dibantai oleh gerakan teroris dan separatis (OPM) di Papua. Pasalnya, selain menjadi korban pembantaian Organisasi Papua Merdeka, pihak PT Istaka Karya tidak memberi jaminan sosial ketenagakerjaan.

Hal ini diketahui dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Pihak BPJS Ketenagakerjaan mengungkap PT Istaka tidak menjaminkan para pekerja yang tewas di Papua tersebut.

Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Poempida Hidayatulloh mengatakan proyek yang dikerjakan di Kabupaten Nduga itu memang tak terdaftar dalam program jaminan jasa konstruksi.

Baca Juga:   Frans Mohede Heran Tak Ada Pernyataan Pers Jokowi Soal Pekerja Dibantai OPM

Dengan demikian, BPJS Ketenagakerjaan tak memiliki kewajiban untuk memberikan santunan kepada puluhan pekerja proyek yang menjadi korban penembakan di Papua pada akhir pekan lalu.

“Segala sesuatu yang menjadi hak karyawan sesuai dengan Undang-Undang (UU) yang ada, menjadi kewajiban perusahaan 100 persen,” ucap Poempida dikutip CNNIndonesia.com, Jumat (7/12).

Poempida menekankan ahli waris dari pekerja proyek yang menjadi korban berhak menuntut santunan kepada Istaka.

Baca selengkapnya: BPJS Ungkap Istaka Tak Jaminkan Pekerja yang Tewas di Nduga

Berbeda dengan nasib Banser GP Ansor. Ratusan anggota Banser GP Ansor Kabupaten Demak, mendapat kartu BPJS Ketenagakerjaan.

Asuransi kerja ini bertujuan untuk memberikan jaminan terhadap para anggota organisasi yang bertugas membantu keamanan negara.

“BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada Banser NU dalam tugas membantu pengamanan,” ujar Ikfil Lubab, Anggota Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai). Baca: Pemerintah Jamin Tugas Banser Dengan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

Kedua kabar berbeda ini menjadi sorotan netizen. Seakan menilai ada ketidakadilan yang ditampakkan di kedua kabar tersebut.

“Negara amburadul!

Yang dangdutan ditanggung BPJS sementara yang ditembak mati???,” kata netizen.

Kontributor Wilayah Pantura

More in Sosial Media

error: Dilarang copy paste tanpa izin!