Connect with us
Dibaca: 261

Nusantara

OPM Kirim Surat Terbuka Untuk Presiden RI: Kami Ingin Merdeka, Perang Tidak Akan Berhenti

Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) Pimpinan Purom Okiman Wenda di Lanny Jaya. - Foto Jerry Omona/Metromerauke

SWARARAKYAT.COM – Usai membunuh sejumlah pekerja BUMN PT Istaka Karya yang membangun jalan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua pada Minggu (2/12/2018), kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengeluarkan surat terbuka yang ditujukan pada Presiden Republik Indonesia.

Surat tersebut berisi pernyataan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Surat terbuka tersebut ditunjukan kepada President Republik Indonesia Jokowi di Jakarta.

Hal ini seperti dikutip GridHot.ID dari akun YouTube Sekretariat Pusat TPNOPM yang mengunggah sebuah video pada 10 Desember 2018.

Baca Juga:   Foto Bersama Jokowi, Warga Lampung Acungkan 2 Jari, Netizen: Sabar Pak, Rakyat Mendukungmu Kembali ke Solo

Dalam video berdurasi 7 menit 59 detik itu, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom didampingi oleh Staf umum TPNPB.

Surat terbuka,

Yang terhormat, tuan Presiden Republik Indonesia, kami pimpinan Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisai Papua Merdeka, menyampaikan dengan hati nurani kami yang tulus, kepada anda, bahwa, pembangunan Infrastruktur di Papua Barat adalah bukan yang diinginkan rakyat bangsa Papua.

Rakyat Papua inginkan hak politik penentuan nasibnya sendiri.

Ingin pisah dari Indonesia, untuk merdeka penuh dan berdaulat dari penjajahan dari Indonesia,” ujar Sebby Sambom mengawali pembacaan surat terbuka.

Baca Juga:   Rocky Gerung Serukan Ganti Presiden Saat Beri Kuliah Umum di Universitas Bosowa

Sebby Sambom lalu menyebutkan dasar hukum argumen tuntutan, tawaran, dan penolakan TPNPB.

Juru bicara TPNPB itu lalu menyampaikan penolakan dan sikap organisasinya pada pemerintah Indonesia.

Prev1 of 2

Kontributor Wilayah Pantura

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!