Connect with us
Dibaca: 356

Sosial Media

Penjelasan Simpel Soal Poligami, Tsamara Disuruh Berpikir Jernih

Tsamara Amany - Foto: IDN Times

SWARARAKYAT.COM – Politisi PSI, Tsamara Amany Alatas mengomentari artikel tentang penolakan seorang istri dipoligami suaminya.

Dalam artikel disebutkan perempuan yang dimaksud adalah Rahmah El Yunusiyah. Rahmah dikenal sebagai Pelopor Pendidikan Perempuan di Sumatera Barat (Sumbar).

“Rahmah El Yunusiah berbeda pendapat dengan HR Rasuna Said tentang cara pendidikan perempuan di zaman itu. Tapi keduanya sama-sama perempuan progresif, sama-sama menolak dipoligami.

Baca Juga:   Puji Komentar Nadirsyah ke Dahnil, Sudjiwo Beri Bintang Jancuk

Bangsa ini sejak dulu memang punya perempuan2 pemberani & progresif,” tulis Tsamara, Kamis (13/12/2018).

Kicauan Tsamara dikritik netizen dengan nama Helda Shahab. Menurut Helda, Tsamara harus berpikir jernih soal “poligami”.

Penolakan Poligami, kata Helda, merupakan hak bagi seorang wanita. Tetapi penolakan itu bukan berarti menolak poligami secara syariat yang disahkan dalam Al-Quran.

Baca Juga:   SBY Puji Jokowi, Masyarakat Puas Kinerja Pemerintah

Mbaknya mikir yg jernih, Menolak dipoligami itu hak seorang wanita.
Tapi menolak poligami sbg syariat yg disahkan kitabullah, itu sama saja dgn menolak kalam allah. Islam meninggikan derajat wanita dgn menikahi. Cinta dalam islam adalah komitmen,” komentar Helda di akun @ShahabHelda.

Helda menjelaskan secara sederhana, pandangan Islam tentang arti cinta. Islam menjelaskan arti cinta dengan komitmen. Dengan itu, kata Helda, Islam meninggikan derajat wanita.

Islam mnjlskn arti cinta dgn komitmen
Dgn itu pula islam meninggikan derajat wanita. Klo cinta y nikahi. Krn islam td kenal opsi zina. Tdk ad pilihan zina dlm islam. Klo mmg sdh beristri n mencintai wanita lain ya ttp nikahi. Klo tdk mampu komit, y jgn dgn wnita lain. Sesimpel itu,” tulisnya.

Baca Juga:   Ramai Twitwar, Hingga Presenter Pangeran Siahaan Siap Fasilitasi Debat Budiman Sujatmiko Lawan Netizen Ini

Poligami dalam Islam, lanjut Helda, mengatur jumlah Istri yang diperbolehkan. Karena jaman dahulu, Raja bebas mempunyai Istri dari puluhan hingga ratusan selir.

Sedangkan dalam Islam, istri dibatasi dengan jumlah maksimal 4 orang. Dengan catatan yang tidak mudah bagi seorang suami yang ingin berpoligami. Yakni, dengan adanya kemampuan dan berbuat adil.

Baca Juga:   Mainan Sang Anak Rusak, Malah Nyumbang "Galang Perjuangan", Seno: Lebih Baik Mainan Anak Rusak, Asal Jangan Negara dan Anak Cucu Kita Rusak

Poligami dlm islam jg mengatur jumlah istri yg diperbolehkan
Krn jmn dahulu raja bebas pny istri brp sj. Bhkan raja tiongkok, firaun dll bisa ratusan bahkan puluhan ribu selir. Islam memanusiawikan dgn hny memberi batasan 4 saja
Itu pun jk mampu, dan adil,” tandas Helda.

Kontributor Wilayah Pantura

More in Sosial Media

error: Dilarang copy paste tanpa izin!