Connect with us
Dibaca: 199

Politik

Gaji Babinsa Meroket Setahun Jelang Pilpres, Perannya Dipertanyakan

Presiden Jokowi naikan Gaji Babinsa - Foto: Istimewa

SWARARAKYAT.COM – Presiden Joko Widodo memastikan pemerintah akan menaikkan tunjangan bintara pembina desa (babinsa) sebesar 771% atau sekitar delapan kali lipat, dari Rp310.000 menjadi Rp2,7 juta per bulan.

Namun kenaikan yang efektif berlaku Juli 2018 itu dinilai politis dan memantik pertanyaan soal peran kekinian babinsa yang pernah dianggap kaki tangan rezim Orde Baru.

Pengamat militer dari Institute for Defense Security and Peace Studies, Mufti Makarim, menyebut Jokowi harus menjelaskan dasar kenaikan tunjangan babinsa tersebut.

Baca Juga:   Timses: Jokowi Sangat Siap Ikut Tes Baca Alquran

Mufti mengatakan remunerasi rentan dianggap politis karena diumumkan di tengah ketidakpastian lingkup tugas dan fungsi babinsa serta jelang pemilu 2019.

“Mereka ada di desa-desa. Tahun 2019 ada pilpres, menurut saya publik melihat motif politik. Itu harus dijawab karena saya tidak menemukan rasionalitas nonpolitik remunerasi ini,” ujar Mufti, Rabu (06/06).

“Setiap pilpres selalu ada isu babinsa. Perlu argumentasi yang dapat diterima dan pertimbangan yang masuk akal dengan dekatnya momen-momen ini,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Baca Juga:   BEM Se-Sumbar Gelar Aksi "Pertanian Tak Berdaulat" Di Depan Kantor Gubernur

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen Mohamad Sabrar Fadilah, menyebut sekitar 60.000 babinsa yang ada saat ini merupakan salah satu elemen penting lembaganya. Ia menyangkal politisasi babinsa.

“Mereka (babinsa) adalah ujung tombak TNI dalam berbagai hal. Saya kira tidak ada isu politik. Presiden dan Panglima TNI sudah katakan itu,” ujar Fadilah di Jakarta.

Kepada pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin lalu, Jokowi membantah ingin mengambil keuntungan dari babinsa dalam pemilu mendatang. “Tidak ada,” ucapnya.

Baca Juga:   Netizen dan Sosiolog UI Ini "Tampar" Jokowi Soal Usulan Pendirian Fakultas Kelapa Sawit dan Kopi

Jokowi berkata, kenaikan tunjangan perlu diberlakukan karena babinsa selama ini telah bekerja nyata di tengah masyarakat pedesaan. Ia berharap kenaikan upah dapat mengatrol efektivitas kerja babinsa.

“Babinsa berada di wilayah, terutama di pelosok. Mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama di desa, pelosok, dan pinggiran,” tutur Jokowi.

Babinsa, tentara yang rentang pangkatnya terentang dari kopral satu hingga sersan mayor, secara struktural berada di bawah komando rayon militer (korem).

Baca Juga:   Tim Prabowo Sandi Laporkan Tabloid 'Indonesia Barokah' ke Bareskrim Polri

Merujuk Peraturan Kepala Staf TNI AD/19/IV/2008, babinsa bertugas mengumpulkan data geografi, demografi, dan kondisi sosial di wilayah kerjanya.

Aturan itu juga mewajibkan babinsa melaporkan setiap perkembangan situasi sosial kepada komandan korem.

Kajian akademis bertajuk Pergeseran Militer Politik ke Militer Profesional: Studi Tentang Keberadaan Komando Teritorial Era Reformasi, babinsa disebut merupakan kelanjutan fungsi teritorial TNI.

Prev1 of 2

Kontributor Wilayah Pantura

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!