Connect with us
Dibaca: 378

Ekonomi

Ternyata Ada Fakta Menyedihkan Dibalik Hebohnya Tol Trans Jawa

Tol Trans Jawa - Foto: Kompas

SWARARAKYAT.COM – Tol Trans Jawa atau Merak-Surabaya sepanjang 1.167 km, akan mulai beroperasi penuh mulai hari ini, Kamis (20/12/2018).

Rencana pembangunan yang sudah diwacanakan sejak pemerintahan Presiden Soeharto, dan baru bisa dilaksanakan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Akan tetapi ada sejumlah fakta menyedihkan dari euforia rampungnya Tol Trans Jawa tersebut.

Menurutnya Tol Trans Jawa bisa memberikan manfaat, tapi juga dapat memberikan kerugian jika tidak dikelola secara profesional.

Baca Juga:   Gubernur BI: Nilai Rupiah Stabil dan Sesuai Mekanisme Pasar Ketika di Kisaran Rp15.200

“Dengan beroperasinya Tol Trans Jawa memang akan mengurangi pendapatan beberapa restoran dan SPBU, misalnya yang berada di jalan arteri nasional Kendal-Batang,” ujar Djoko kepada GridOto.com, Rabu (19/12/2018).

“Restoran di ruas ini menjadi tempat persinggahan BUS AKAP dari Jatim dan Jateng menuju Jakarta dan sekitarnya,” lanjutnya.

Djoko menambahkan, ada masyarakat yang berprofesi buruh tani yang kehilangan pekerjaannya akibat proyek tersebut, perlu diinventarisasi dan dicarikan pekerjaan baru.

“Pemda harus membantu itu, jangan membiarkannya dengan alasan ini proyek pusat, urusan pusat. Benar juga, tapi pemda lah yang memberikan data dan masalah itu,” kata Djoko.

Baca Juga:   KAHMI Gelar Simposium Nasional Soal Memajukan Potensi Ekonomi Umat

“Membuat Perpres Mempertahankan Lahan Produktif Sepanjang Tol Trans Jawa adalah suatu hal yang bijak dari pemerintah. Lahan untuk pangan, bukan untuk jalan dan industri,” imbuhnya.

Selain itu, Djoko juga mengungkapkan hampir setiap setelah diresmikan jalan tol ditemukan kejadian kecelakaan lalu lintas.

“Dalam kurang seminggu, kerap terjadi kecelakaan di ruas tol panjang yang baru diresmikan,” ungkap Djoko lagi.

“Hal ini bisa jadi karena pengemudi terlena dengan jalan yang mulus dan lurus,” lanjutnya.

Baca Juga:   Girang Freeport, Budiman Ubah Teks Proklamasi Jadi Teks Kemerdekaan Freeport, Kena Semprot

Maka dari itu Ia menghimbau bagi pengemudi untuk setidaknya beristirahat, jangan sampai kelelahan saat dalam perjalanan.

“Pengemudi harus mengukur kemampuannya dalam mengemudi, ada batas kecepatan di tol yang sudah diatur dalam PM 111/2015,” ujar Djoko.

“Rest area di sepanjang tol bisa dijadikan tempat istirahat bagi pengemudi, dengan menyediakan ruang istirahat pengemudi,” tutupnya. (Arum)

SWARARAKYAT.COM merupakan media informasi dan pemberitaan yang independen, terbuka, dan terpercaya yang didedikasikan untuk menyampaikan fakta, data, dan kebenaran berdasarkan standar, prinsip, dan kode etik jurnalisme| Saatnya Rakyat Bersuara

More in Ekonomi

error: Dilarang copy paste tanpa izin!