Connect with us
Dibaca: 221

Politik

Antusias Sambut Kedatangan Sandi, Warga Kendari Teriak “Ganti Presiden”

Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno dalam dialog milenial di Kopi Kita samping eks MTQ Kendari Sulawesi Tenggara pada Senin (24/12/2018). - Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno

SWARARAKYAT.COM – Sandiaga Salahuddin kagum atas militansi para milenial, emak-emak dan relawan yang memilih 2019 ganti presiden ketimbang 2019 utang mereka lunas.

“Ada yang punya utang nggak di sini,” tanya Sandi dalam dialog milenial di Kopi Kita samping eks MTQ Kendari Sulawesi Tenggara pada Senin (24/12/2018).

Para peserta di acara Dialog Milenial tersebut hampir semuanya menjawab, “ada,” sambil mengacungkan jarinya.

“Wah banyak yang punya utang di sini. Karena itu 2019?” tanya Sandi.

Baca Juga:   Kanan Kiri Acungkan Satu Jari di Peresmian Suramadu, Jokowi: Sudah Saya Ingatkan, Tidak Usah

“Ganti Presiden,” jawab para peserta.

“Kok ganti presiden, 2019 utangnya semua lunas. Nah saya tanya lagi, 2019….?” Jawaban kian bergemuruh dari ratusan peserta diskusi itu.

“Ganti Presiden,” teriak warga yang ditanya sebanyak tiga kali oleh Sandi.

“Jadi 2019 lebih baik ganti presiden ketimbang utangnya lunas, begitu?” tanya Sandi.

Baca Juga:   SNI: Pemilih Indonesia Sudah Setangah Milik Jokowi-Ma'ruf Amin

“Iya,” jawab para peserta yang sebagian besar kaum hawa itu bergemuruh.

“Luar biasa militansinya. Nanti saya akan laporkan ke Bapak Prabowo Subianto, masyarakat kendari sangat besar dukungannya, sampai memilih 2019 ganti presiden ketimbang utangnya lunas,” lanjut Sandi.

Dialog dengan milenial merupakan titik ketiga calon wakil presiden nomor urut 02 ini di Kendari Sulawesi Tenggar.

Sebelumnya Mantan wakil dewan pembina Gerindra ini mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sodohoa, Pasar Mandonga dan terakhir bertemu dan berdiskusi dengan partai koalisi di Graha Awani, dan selanjutnya terbang menuju Makasar. (Warta)

Berikut video antusias warga Kendari menyambut kedatangan Sandiaga Uno :

Kontributor Wilayah Pantura

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!