Connect with us
Dibaca: 179

Musik & Film

Dua Cewek Pengeroyok Siswi SMK Direkrut Jadi Pemain Film

Cewek pengeroyok siswi SMK bermain film - FOTO: Pojoksatu

SWARARAKYAT.COM – Dua anggota geng cewek yang sempat viral gara-gara mengeroyok siswi SMK di Jalan Jukut Paku, Ubud, Gianyar kembali jadi pusat perhatian publik.

Bedanya, dua anggota geng cewek ini bukan disorot karena aksi kenakalannya. Kali ini, keduanya jadi buah bibir karena direkrut menjadi pemain film.

Kedua cewek ini direkrut menjadi pemeran pembantu dalam film yang diprakarsai Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dn Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Gianyar dan Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali.

Baca Juga: Film “A Man Called Ahok” Tembus 500 Ribu Penonton, Begini Respon Daniel

Keduanya direkrut sebagai pemeran pembantu dalam film dengan pemeran utama selebgram Bali, Hai Puja.

“Anggota geng cewek itu kami libatkan dua orang. Mereka pemeran pendukung Hai Puja dan Mister Josh,” ujar konseptor film Kadek Ariasa asal Desa Mas, Kecamatan Ubud, Selasa (25/12).

Ariasa yang juga komisioner KPPAD Bali ini menambahkan, film dalam dua tayangan itu akan dirilis ke publik pada Januari 2019.

“Pertama durasi film di Youtube 1,5 jam. Dan durasi 5 menit untuk disebarkan ke kalangan pariwisata di Gianyar,” jelasnya.

Lebih lanjut, soal keterlibatan dua anggota geng cewek itu, Ariasa beralasan bahwa keduanya dilibatkan karena dipandang punya potensi akting.

Baca Juga:

PSI: Film G30S/PKI Tidak Mendidik Generasi Milenial

Penonton Bioskop Kecewa Lihat Iklan Jokowi Sebelum Film Dimulai, Netizen: KPU, Ini Kampanye, Bukan?

Kabar Baik, Hak Tayang Film G30S PKI Dikembalikan ke Perusahaan Film Negara

“Video viral gadis-gadis yang berkelahi di Ubud itu kami tonjolkan berita bahwa mereka sudah sadar dan bisa menunjukkan hal positif salah satu potensi dirinya dengan berakting,” jelasnya.

Dengan film tersebut, geng cewek itu bisa punya wadah yang baik dalam menyalurkan bakat akting.

“Film ini untuk mewadahi hal-hal yang lebih positif dan bermanfaat sekaligus sebagai bukti mereka bisa berubah dan bisa berbuat sesuatu yang lebih baik,” terangnya.

Baca Juga:   Beda! "A Man Called Ahok" Versi Netizen Ini Cukup Viral di Media Sosial

Lanjut Ariasa, tujuan utama pembuatan film untuk mengimbau masyarakat menghindari kekerasan terhadap anak di kabupaten Gianyar.

Baca Juga: Terungkap, Siapa Yang Menjadi Villain di Film “MORBIUS”

“Film dibuat dengan latar belakang fenomena berita dan informasi terkait beberapa kasus seks online yang melibatkan anak sebagai korban. Indikasinya di dunia pariwisata,” jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, pada November 2018, geng cewek dari Kecamatan Tampaksiring mencari siswi SMK yang sekolah di Kecamatan Ubud. Setelah ketemu, korban dikeroyok di tengah Jalan Jukut Paku Ubud.

Seorang teman geng cewek itu diduga sempat merekam aksi kekerasan dan videonya viral di media sosial.

Dalam video tak ada yang melerai aksi kekerasan itu. Polisi telah bertindak dan kasusnya telah dimediasi dan berakhir damai. (chun/radarbali/pojoksatu)

Kontributor Wilayah Pantura

More in Musik & Film

error: Dilarang copy paste tanpa izin!