Connect with us
Dibaca: 161

Bisnis

Pemecatan Said Didu, Priyo Budi: Maladministrasi Negara

Priyo Budi Santoso - Foto: Tempo

SWARARAKYAT.COM – Pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang asal-asalan dan tidak profesional dipastikan tak akan terjadi jika Prabowo Subianto berhasil memimpin negara ini.

Hal itu dipastikan oleh Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso menanggapi pemecatan Said Didu dari kursi Komisaris PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

“Ke depannya, kalau Pak Prabowo diberi mandat sebagai presiden, (cara tidak profesional) yang semacam itu mau kita hindari, mau kita pinggirkan cara-cara semacam itu,” tegasnya kepada wartawan saat ditemui di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/12). 

Baca Juga:   Ketua TKD Jatim: Jika Caleg Parpol Pengusung Tak Kampanyekan Jokowi, Saya Doakan Tidak Jadi

Sebelumnya, permintaan agar Said Didu dicopot disampaikan langsung oleh PT Inalum (Persero) yang merupakan pihak “pemborong” ke-51,2 persen saham PTFI senilai 3,85 miliar dolar AS itu. 

Baca Juga:   4 Unicorn Indonesia, Bukan Terlahir di Era Jokowi, Gagal Paham Startup dan Unicorn?

Usul PT Inalum disampaikan dalam sepucuk surat benomor 930/L-Dirut/XII/2018 yang ditujukan kepada Pimpinan RUPS Luar Biasa PT Bukit Asam Tbk. PT Inalum merupakan Pemegang Saham Mayoritas Seri B Dwi Warna dan memiliki hak untuk mengusurkan agenda RUPSLB. Terkait itu, Priyo sebut pemecatan Said Didu sebagai cara pengelolaan BUMN yang asal-asalan.

“Cara-cara yang asal-asalan sebetulnya maladministrasi negara,” pungkasnya. (RMOL)

SWARARAKYAT.COM merupakan media informasi dan pemberitaan yang independen, terbuka, dan terpercaya yang didedikasikan untuk menyampaikan fakta, data, dan kebenaran berdasarkan standar, prinsip, dan kode etik jurnalisme| Saatnya Rakyat Bersuara

More in Bisnis

error: Dilarang copy paste tanpa izin!