Connect with us
Dibaca: 742

Nusantara

Debat Capres, Jokowi Sebut Jumlah Suku dan Bahasa di Tanah Air, Ternyata Keliru Loh

Cek Fakta Debat

Capres Jokowi tampil di Debat Keempat di Hotel Shangri-La Jakarta, (30/3/2019). Foto: KPU

SWARARAKYAT.COM – Calon presiden  Jokowi mengutarakan jumlah suku dan bahasa yang dipunyai Indonesia, sewaktu bicara tentang penanaman Pancasila ke anak-anak di debat.

Setelah ditelusuri ditemukan fakta yang berbeda cukup signifikan. Artinya ada kekeliruan penyampaian data oleh Jokowi dalam debat tadi malam.

Baca Juga:   Kursi PDIP di Aceh Nihil, Pengamat Politik Ini Salut Kepada Warga Aceh

Baca Juga:   Terungkap! Pemasang Poster Jokowi "Raja Jawa" Ternyata Instruksi dari Pusat

“Anak anak harus diberi tahu bagaimana bertoleransi karena kita memiliki 714 suku. Anak-anak harus diberi tahu bagaimana berkawan dengan teman-teman sebangsa dan sebangsa Tanah Air karena kita memiliki lebih dari 1.100 bahasa,” sebut Jokowi sewaktu debat di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Minggu (30/3/2019).

Sewaktu menjawab pertanyaan tentang penanaman Pancasila tanpa indoktrinasi, ditemukan fakta berbeda dari yang disampaikan Jokowi terkait jumlah suku dan bahasa.

Baca Juga:   Target Sertifikat Tanah, Jokowi: Tahun Ini 7 Juta, Tahun Depan 9 Juta

BPS pernah menyampaikan data jumlah suku yang ada di tanah air. Mengutip bps.go.id, berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, maka terdapat sebanyak 1.331 suku di Indonesia.

Dikutip dari laman Kemendikbud, Badan Bahasa Kemendikbud telah memetakan dan memverifikasi 652 bahasa daerah di Indonesia. Jumlah tersebut tidak termasuk dialek dan subdialek.

Baca Juga:   Soal Ruas Jalan di Papua, Jangan Diam Seribu Bahasa, Saya Tunggu Respos Istana dan PUPR, Bukan Politisi danTim Sukses!

Summer Institute of Linguistics menyampaikan jumlah bahasa di Indonesia yakni sebanyak 719 bahasa daerah dan dari jumlah itu, sebanyak 707 masih aktif dituturkan.

Lembaga UNESCO menyebutkan baru mencatatkan 143 bahasa daerah di Indonesia berdasarkan status vitalitas atau daya hidup bahasa.

Menjadi pertanyaan dari mana sumber data Jokowi itu. Apakah dari sumber-sumber resmi pemerintah atau sumber lainnya. (ad)

Baca Juga:   Ribuan Buruh di Morowali Mogok Kerja, Tuntut Kenaikan UMSK dan Tolak Dominasi Pekerja Asing

SWARARAKYAT.COM merupakan media informasi dan pemberitaan yang independen, terbuka, dan terpercaya yang didedikasikan untuk menyampaikan fakta, data, dan kebenaran berdasarkan standar, prinsip, dan kode etik jurnalisme| Saatnya Rakyat Bersuara

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!