Connect with us
Dibaca: 211

Kriminalitas

Rommy Dirawat di RS Polri, KPK Beri Perlakuan Istimewa?

TIPIKOR

Ir. H. M. Romahurmuziy, tersangka korupsi jual beli jabatan di Kementerian Agama RI. Ist

SWARARAKYAT.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi membantarkan penahanan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) M. Romahurmuziy alias Rommy di Rumah Sakit Polri. Romahurmuziy merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur.

Melansir Kompas, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, selama dirawat sejak 2 April 2019 silam, tim KPK tetap menjaga Romahurmuziy.

Baca Juga:   Lima Kepala Daerah Pendukung Jokowi Terjerat Perkara Korupsi

Baca Juga:   Tim Jaksa KPK Sebut Peran Romahurmuziy Secara Jelas di Kasus Suap Dana Perimbangan Daerah

“Saya cek sampai hari ini masih dalam status pembantaran. KPK tetap melakukan penjagaan, jadi ada pengawalan tahanan di sana dan kami juga melakukan penjagaan dalam proses pembantaran tersebut,” kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Senin (8/4/2019) malam.

Saat ini, KPK juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap kondisi medis Romahurmuziy. “Semoga nanti setelah pemeriksaan hasil laboratoriumnya selesai dan ada pendapat dari dokter maka proses lanjutan bisa dilakukan,” ungkapnya.

Baca Juga:   KPK Tetapkan 4 Orang Tersangka Kasus Suap Direksi Krakatau Steel

Febri sebelumnya juga tak menjelaskan secara rinci kondisi medis Romahurmuziy. “Belum bisa dilakukan perpanjangan penahanan karena yang bersangkutan sedang dibantarkan karena ada kebutuhan perawatan secara medis yang tidak bisa ditanggulangi atau ditangani di Rutan maka dibantarkan ke RS Polri,” kata Febri.

Dalam kasus ini, Romahurmuziy diduga menerima uang dengan total Rp 300 juta dari dua pejabat Kemenag Jawa Timur. Mereka adalah Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi.

Baca Juga:   RJ Lino Tak Ditahan KPK, Djoko Edhie: Sebab Akan Bongkar Aliran Dana Pilpres 2014 ke Presiden Genderuwo

Uang itu diduga sebagai komitmen kepada Romahurmuziy untuk membantu keduanya agar lolos dalam seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur. Rommy dianggap bisa memuluskan mereka ikut seleksi karena ia dinilai mampu bekerja sama dengan pihak tertentu di Kemenag.

Pada waktu itu, Haris melamar posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Sementara itu, Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. (ad)

Baca Juga:   KPK Sudah Lama Tahu Ada Suap Dalam Izin Proyek Meikarta

SWARARAKYAT.COM merupakan media informasi dan pemberitaan yang independen, terbuka, dan terpercaya yang didedikasikan untuk menyampaikan fakta, data, dan kebenaran berdasarkan standar, prinsip, dan kode etik jurnalisme| Saatnya Rakyat Bersuara

More in Kriminalitas

error: Dilarang copy paste tanpa izin!