Connect with us
Dibaca: 1.582

Opini

Agenda Besar ‘Batalkan’ Kemenangan Prabowo: Ini Bukan 2014 Bung!

Presiden Joko Widodo saat menerima pemilik lembaga survei di Istana Merdeka diantaranya Yunarto Wijaya (Charta Politika). /Ist

Oleh: Asyari Usman

SWARARAKYAT.COM – KPU berani ambil risiko besar. Mereka tidak takut akibat manipulasi perolehan suara paslonpres 02. Dengan enteng mereka jawab ‘salah ketik’. Human error. Boleh dikatakan mereka tak perduli teriakan-teriakan keras publik terhadap input angka-angka yang merugikan Prabowo dan menguntungkan Jokowi.

Nah, mengapa KPU begitu berani? Apa yang membuat mereka berani melakukan kecurangan secara terang-terangan?

Siapakah yang sangat gigih dan bersikeras agar Jokowi dinyatakan menang meskipun dengan cara yang curang?

Baca Juga:   Bawaslu Ingatkan KPU: Salah Input Data Jangan Berulang-Ulang

Baca Juga:   Cerita Jenderal M Jusuf Menampar China Taipan Liem Sioe Liong

Kekuatan macam apa yang berada di belakang Jokowi sehingga berbagai instansi negara siap menjalankan perintah-perintah yang bertentangan dengan aturan hukum dan etika politik demi kemenangan dia?

Pertanyaan-pertanyaan ini sebelumnya tak pernah terlintas. Tapi, lama kelamaan muncul juga. Ada sesuatu yang terasa luar biasa dalam kontestasi pilpres 2019 ini, yang membuat deretan pertanyaan itu akhirnya mengemuka.

Baca Juga:   Diserang dari Segala Arah, KPU Undang Hackers Dialog, Hacker Indonesia: IT KPU Belum Aman, Tolong Perbaiki!

Tetapi, belum lagi sempat menjawab pertanyaan yang berderet-deret itu, muncul pertanyaan lain. Apakah Jokowi ‘one man show’? Mungkinkah dengan latar-belakang karir politiknya yang ‘pas-pasan’ itu (mohon maaf), Jokowi mampu membangun dirinya menjadi presiden yang ‘ditakuti’ semua orang? Sehingga semua titah dia tentang ‘aku harus dua periode’ menjadi wajib direalisasikan?

Kelihatannya, teori Jokowi ‘being feared of’ (ditakuti) sulit masuk akal. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau, kecil kemungkinan Jokowi ditakuti oleh semua orang. Dia tidak memiliki keistimewaan historis yang membuat semua orang menjadi gemetar mendengar dia bicara.

Baca Juga:   Terkait Salah Input 'Situng', Sekjen PDIP Bela KPU, Ada Apa?

Apalagi pada era sekarang ini. Era yang menggunakan literasi sebagai indikator kompetensi dan profisiensi. Sangat tidak mungkin Jokowi menjadi presiden yang ‘ditakuti’.

Karena itu, kita akan memunculkan pertanyaan berikutnya: ada apa, sebenarnya? Mengapa begitu kuat upaya untuk mencurangi hasil pilpres 2019 ini? Siapakah yang sangat berkepentingan dengan Jokowi dua periode?

Baca Juga:   11 Partai Politik Batal Ikut Pemilu DPRD: 5 Partai Lama, 6 Partai Baru

Mari kita identifikasi. Bahwa ada beberapa pihak yang sangat ingin agar dia melanjutkan jabatan presiden lima tahun lagi.

Prev1 of 2

SWARARAKYAT.COM merupakan media informasi dan pemberitaan yang independen, terbuka, dan terpercaya yang didedikasikan untuk menyampaikan fakta, data, dan kebenaran berdasarkan standar, prinsip, dan kode etik jurnalisme| Saatnya Rakyat Bersuara

More in Opini

error: Dilarang copy paste tanpa izin!