Connect with us
Dibaca: 725

Nasional

Prabowo Sebut Sejumlah Media TV Yang Merusak Demokrasi

Prabowo Subianto kembali diteriaki 'Pak Presiden' oleh para buruh yang hadir dalam peringatan hari buruh internasional di Tenis Indoor, Senayan, Jakarta, Rabu (1/5/2019). Foto: Okezone

SWARARAKYAT.COM – Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut media massa ikut berkontribusi merusak demokrasi di Indonesia. Ia memperingatkan media untuk berhati-hati.

Mulanya, Prabowo sedang memberikan orasi di peringatan May Day 2019 Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Ia bertanya kepada massa buruh apakah dirinya perlu berbicara apa adanya atau tidak.

Baca Juga:   Yenny Wahid Sebut Keturunan Pendiri NU di Kubu Prabowo Agak Bersebrangan dengan Keluarga Besar NU Lain
Baca Juga:   Disebut Jubir Minim Data dan Anak Kemaren Sore oleh Pendukung Jokowi, Faldo Maldini Beri Tanggapan Menohok!

Kemudian, massa buruh meminta Prabowo berbicara apa adanya. Eks Danjen Kopassus itu lantas melihat ada banyak media televisi yang merekam dirinya di atas podium.

“Banyak TV ya? Nanti enggak ditayangin. Para media hati-hati kami mencatat kelakuanmu suatu hari,” ucap Prabowo di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, dikutip dari Okezone, Rabu (1/5/2019).

Baca Juga:   Dahnil Anzar: Kemah Pemuda Islam Diinisiasi oleh Kemenpora

Prabowo mengatakan, rakyat bukanlah kambing yang seenaknya diatur penguasa. Menurut dia, suara rakyat adalah suara Tuhan. Prabowo meminta praktik penindasan dihentikan. Ia juga menyebut media ikut merusak demokrasi.

“Kami bukan kambing yang bisa kau atur-atur. Hati-hati kau ya. Suara rakyat adalah suara Tuhan. Cukup sudah penindasan kepada rakyat. Cukup-cukup. Ya itu ada media-media juga, gue salut sama lo masih berani ke sini. Akan tercatat dalam sejarah hey kau media ikut merusak demokrasi di Indonesia,” tutur Prabowo.

Baca Juga:   Indah! Laskar Sakera, FPI, Kokam, dan Banser Bersatu Sepakat Jaga NKRI

Prabowo juga mengingatkan kepada penguasa untuk tidak menindas rakyat. Sebab suatu saat rakyat akan mencatat apa yang sudah dilakukan penguasa.

“Yang tidak benar harus kita katakan tidak benar. Jangan kau balik. Ingat rakyat Indonesia mencatat setiap penindasan yang kau buat,” ucapnya. (sta)

Baca Juga:   Triwibowo: Sulawesi Tengah Layak Untuk Daerah Transmigrasi di Kawasan Indonesia Timur

Kontributor

More in Nasional

error: Dilarang copy paste tanpa izin!