Connect with us
Dibaca: 2.869

Hukum & Kriminal

Kondisi Markus, Korban Penganiayaan di Video Brimob Brutal, Masih Sekarat

Perbandingan lokasi: hasil investigasi media massa (kiri) dengan tangkapan layar dari video viral (kanan) pada detik ke 00:32 dan 00:39 menunjukkan beberapa kesamaan. /Istimewa

SWARARAKYAT.COM – Via, telah menemukan keberadaan kekasihnya, Markus Ali, pria yang diduga dipukuli oleh aparat Brimob di sekitar Masjid Al Huda, Jalan Kampung Bali XXXIII, Tanah Abang, Jakarta Pusat atau di area Smart Services Parking. Via menemukan Markus berada di Rumah Sakit Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/5/2019).

“Markus di ICU, tapi belum bisa ngobrol,” kata Via dikutip dari Tempo, Rabu (29/5/2019).

Via mengaku belum diizinkan masuk ke ruangan dan berbincang dengan Markus oleh pihak berwenang. Seorang petugas kepolisian, kata Via, memintanya untuk bersabar dan menunggu beberapa hari lagi.

Baca Juga:   Seluruh Komisioner KPU Dilaporkan ke DKPP Terkait Pelanggaran UU Pemilu

Baca Juga:   Ahmad Dhani Tersangka, Said Aqil: Hukum Harus Ditegakkan

“Saya sudah enggak sanggup liat Markus di ICU, enggak sanggup nahan air mata,” katanya sedih.

Dari pantauan Via melalui kaca, Markus disebut dalam keadaan memprihatinkan. “Banyak selang saja. Rambutnya juga sudah dibotakin,” kata dia.

Baca Juga:   Hanum Rais: Ratna Sarumpaet Diancam dan Diintimidasi Anak dan Cucunya Bakal Dihabisi

Seorang saksi mata yang ditemui Tempo dan tidak ingin disebutkan identitasnya mengatakan aparat yang diduga Brimob menangkap empat orang di lahan parkir Smart Services Parking pada Kamis pagi, 23 Mei 2019. Lokasi itu berada di area Masjid Al-Huda yang viral karena adanya video pemukulan. Salah satunya adalah Markus.

Tiga orang lainnya adalah Lubis, Jurianto dan Andre, yang versi polisi disebut sebagai Andri Bibir. Saksi itu mengatakan Andre, Markus dan Lubis merupakan orang yang sering tidur di area parkir. Namun dia tidak mengenal begitu dekat.

Baca Juga:   Minim Pemantau, Bawaslu Berharap Masyarakat Daftar Jadi Pengawas Pemilu 2019

Sesekali, tiga orang itu memang membantu tugas parkir di Smart Services Parking. “Mereka sering nongkrong di sini, sering tidur di sini, kayak ya kawan tapi enggak usil,” kata dia.

Saat penangkapan, dia melihat aparat memukuli kepala Jurianto dan Lubis hingga berdarah. Wajah dia sempat coba dihantam pentungan oleh aparat, namun berhasil mengelak dengan tangan. Saat wawancara, dia menunjukkan luka lebam di tangan kiri.

Baca Juga:   KPK Periksa Dirut Pertamina Sebagai Saksi Idrus Marham

Markus dan Andre yang berjarak sekitar 200 meter dari posisinya juga di pukuli. Dia membenarkan lokasi pemukulan keduanya persis seperti di video yang viral.

Dia juga melihat Markus diseret dari area Masjid Al-Huda hingga ke lokasinya yang berada di palang pintu masuk lahan parkir. “Kepalanya kepentok di situ (tiang di pintu masuk lahan parkir),” kata dia.

Baca Juga:   Prof. Yusril: HTI Masih Ada dan Bukan Ormas Terlarang

Di lokasi itu, didapati bercak merah yang masih membekas di tiang. Bercak merah tersebut diduga merupakan darah yang keluar dari kepala Markus. Saksi itu menyakini bahwa yang dipukuli dalam video merupakan Markus, bukan Andre.

Polisi belakangan menunjukkan kalau pemuda yang terekam dalam video viral Brimob brutal itu adalah Andri Bibir, 31 tahun. Dia disangka memberikan batu-batu kepada massa perusuh pada Kamis dinihari, 23 Mei lalu, juga membantu memberikan air untuk menghindari serangan gas air mata aparat. (ad)

Baca Juga:   Direktur IT BPN Minta Relawan Saksi Online Pantau Situng KPU di 813.350 TPS

SWARARAKYAT.COM merupakan media informasi dan pemberitaan yang independen, terbuka, dan terpercaya yang didedikasikan untuk menyampaikan fakta, data, dan kebenaran berdasarkan standar, prinsip, dan kode etik jurnalisme| Saatnya Rakyat Bersuara

More in Hukum & Kriminal

error: Dilarang copy paste tanpa izin!