Connect with us
Dibaca: 320

Bisnis

4 Unicorn Indonesia, Bukan Terlahir di Era Jokowi, Gagal Paham Startup dan Unicorn?

4 Unicorn Indonesia, Tokopedia, GoJek, Traveloka, dan Bukalapak. Ilusrasi

SWARARAKYAT.COM – Dalam debat kedua antar capres lalu, Jokowi dan Prabowo menyinggung tentang Unicorn. Capres petahana Jokowi bahkan mengklaim bahwa 4 Unicorn Indonesia ialah keberhasilan pemerintahan sekarang. Keempat unicorn itu Traveloka, Tokopedia, Bukalapak dan Go-Jek. Benarkah demikian?

Selain menyinggung startup unicorn, calon presiden Jokowi pun menyatakan sekarang telah lahir ratusan bisnis startup barumenghadapi era ekonomi digital atau revolusi industri 4.0.

Bisnis e-commerce atau perdagangan barang dan jasa secara online (internet) telah lama ada. Sebut saja Alibaba.com dan Amazon.com, keduanya sudah bercokol di puncak e-commerce semenjak 20 tahun lampau.

Di Indonesia, perkembangan sektor industri berbasis teknologi informasi dan telekomunikasi itu masih relatif baru, sekitar satu dekade.

Baca Juga:   Pernah Sebut Jenderal Kardus, Andi Arief Dirangkul Prabowo

Prinsipnya, tidak ada, istilah yang baku untuk menggambarkan tentang ukuran nilai ekonomi atau valuasi suatu bisnis di dunia. Barangkali juga tidak ada masalah, baik Jokowi atau Prabowo, bila sama-sama punya persepsi sendiri terhadap istilah Unicorn.

Lantas siapa gerangan yang mengenalkan istilah unicorn?

Belakangan seolah banyak yang menamai suatu bisnis dikatakan sebagai startup Unicorn, bilamana valuasi bisnis dan tambahan modal yang diterima sudah mencapai 1 miliar dolar AS (Rp 14 triliun) atau lebih.

Mengutip detikiNet, istilah Unicorn rupanya dipakai perdana dalam istilah dunia startup oleh Aileen Lee, seorang pemodal ventura, pada tahun 2013. Kala itu, Aileen menulis laporan, tentang startup software yang berusia di bawah 10 tahun dan bernilai USD 1 miliar atau lebih. Unicorn menggambarkan suatu kelangkaan. Kala itu jumlah pebisnis di level tersebut agak langka, hanya 39 usaha. Namun tahun 2018 sudah mencapai 119 usaha.

Mengutip CB, saat ini di dunia ada 280 unicorn. Amerika serikat dan Cina bagian yang terbanyak. Kawasan ASEAN punya 7. Barangkali itulah yang membuat capres petahana jemawa, lantaran 4 dari 7 unicorn, asal Indonesia hingga Jokowi mengatakan pemerintahan nya berhasil mendorong lahirnya unicorn.

Baca Juga:   Boikot Metro TV, Dewan Pers Ingatkan Kubu Prabowo-Sandi Bisa Diancam Pidana

Mengacu kepada istilah dari Aileen, keberadaan unicorn kini bukan lagi mewakili bentuk kelangkaan. Lantaran sekarang telah ada ratusan usaha yang telah menjelma menjadi bisnis 1 miliar dolar AS di dunia. Lebih tepatnya menggambarkan dominasi pasar uang atas bisnis berbasis teknologi.

Keberadaan usaha yang dirintis anak-anak muda cemerlang Indonesia ini sebetulnya sudah ada semenjak 10 tahun yang lalu. Jadi kehadiran bisnis mereka bukan baru setahun atau dua tahun sehingga bukan lagi disebut bisnis startup (rintisan).

Para pengamat dunia usaha lazimnya mengkategorikan sebuah usaha sebagai  startup jika baru berjalan dan belum meraih sukses.

Sejak kapan 4 ikon bisnis digital nasional ini terlahir? SwaraRakyat.com melakukan penelusuran berbagai informasi berharga  tentang 4 pemain kunci ekonomi digital nasional ini.

1. Tokopedia.com adalah perintis toko daring (online) di tanah air. Diluncurkan secara resmi tanggal 6 Februari 2009 oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison dengan nama PT. Tokopedia. William menjabat CEO dan Edison menjabat COO.

Baca Juga:   Sandiaga Jual Saham Saratoga untuk Kampanye: Saya Harus All Out

William Tanuwijaya, co-founder dan CEO Tokopedia hadir dalam World Economic Forum di Davos, Swiss (26/01/2018). Foto: Bloomberg

Setelah menamatkan kuliahnya di Binus, William Tanuwijaya yang kelahiran Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara 18 November 1981 ini mulai membangun konsep toko online pada tahun 2007. Terinspirasi dari kesuksesan Google dan Facebook, dia mencoba menawarkan gagasannya kepada investor. Usaha yang dirintis dari nol itu akhirnya berhasil menggaet investor resmi dikenalkan ke masyarakat pada 2009.

Tokopedia terus menanjak  investor pun terus berdatangan. Sejumlah pemodal mulai bergabung diantaranya: East Ventures pada 2010, CyberAgent Venture pada 2011, Beenos pada 2012. Pada 2013 Softbank pun ikut bergabung dengan Tokopedia.

2. Bukalapak.com adalah salah satu situs e-commerce dan marketplace terkemuka yang didirikan oleh Achmad Zaky. Setelah lulus kuliah dari ITB Jurusan Teknik Informatika, pemuda kelahiran Sragen, 24 Agustus 1986 ini memutuskan jadi enterpreneur.

Co-Founder dan CEO BukaLapak Achmad Zaky. Foto: @Twitter

Pada awal tahun 2010 Achmad Zaky bersama Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid meluncurkan situs belanja online Bukalapak dibawah bendera PT. Bukalapak.com. Memiliki visi ingin mengubah hidup banyak orang melalui memajukan UMKM dengan internet.

Baca Juga:   Pasokan Elpiji Pertamina Layani Operasi Pasar di Palu

Tambahan modal pertama dari Bukalapak diperoleh dari Batavia Ini, pembiayaan patungan antara Rebright Partners, Japan Incubator dan Cordoba Group tahun 2011. Selanjutnya Bukalapak investasi dari GREE Ventures tahun 2012.

Maret 2014 BukaLapak kembali peroleh dukungan dana investasi dari Aucfan, IREP,  GREE Ventures dan 500 Startups asal California AS.

Kemajuan Bukalapak sangat pesat dimana pada tahun 2014 nilai transaksinya telah menembus 1 triliun rupiah. Di tahun yang sama diluncurkan aplikasi mobile.

Tahun 2015, Bukalapak kembali mendapat kucuran dana segar sebesar 439 miliar rupiah dari raksasa media Emtek Group. Induk usaha dari SCTV.

Zaky hingga kini masih duduk sebagai CEO di usaha ini. Nugroho duduk sebagai CTO. Sementara Fajrin menjabat Presiden Bukalapak.

Prev1 of 2

More in Bisnis

error: Dilarang copy paste tanpa izin!