Connect with us
Dibaca: 34

Politik

Abu Vulkanik Anak Krakatau Disebut Menuju Barat Daya

Foto udara letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12). (ANTARA FOTO/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat)

SWARARAKYAT.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini mulai menyebar ke arah barat daya pada lapisan atas di ketinggian 10 kilometer atau tak dekat dengan Pulau Jawa.

“Dari pemantauan satelit kami saat ini masih ada sebaran abu vulkanik ke lapisan atas atau tidak terlalu dekat dengan Pulau Jawa. Kalau ke lapisan bawah tentu akan berdampak [ke Pulau Jawa],” ujar Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab, di gedung BMKG, Jakarta, Jumat (28/12).

Ia mengatakan sebaran abu vulkanik ke lapisan atas ini penting untuk informasi penerbangan. Sebab, pesawat tak boleh melintas di wilayah sebaran abu tersebut. Sementara kecepatan angin sendiri bisa mencapai 10 hingga 15 knot. 

Baca Juga:   DPW PINDORA Sultra Gelar Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi

Namun, penyampaian informasi untuk larangan pesawat yang melintas itu, kata dia, menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan.

“Jadi kami beri informasi pantauan citra satelitnya, kemudian Kemenhub yang mengeluarkan notifikasi. Ketika sudah terdeteksi ada area sebaran abu vulkanik maka pesawat tidak boleh melintas,” katanya.

Fachri mengatakan sebaran abu vulkanik ini masih dapat berubah tergantung pada kondisi angin. Jika terjadi di lapisan bawah, maka sebaran abu vulkanik berpotensi sampai di wilayah Padeglang dan Serang. 

Baca Juga:   Fahri Hamzah: Banyak Kok yang Berbohong, Tapi Gak Minta Maaf

Kendati demikian, Fachri tak dapat memastikan berapa lama sebaran abu vulkanik itu akan terjadi. Selama gunung itu masih aktif dan menimbulkan abu vulkanik, pihaknya akan terus memantau sebaran abu tersebut.

“Tergantung kondisi angin di lapisan bawah. Untuk saat ini masih konsisten di barat daya,” ucap Fachri.

Beberapa waktu terakhir Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik berupa asap hitam dan awan panas. Debu dari abu vulkanik itu bahkan mencapai kota Banten, Padeglang, dan Serang. Meski berukuran sangat kecil, debu abu vulkanik itu disebut berbahaya dan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. (ren/cnn)

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!