Connect with us
Dibaca: 89

Nusantara

Ada Pungli Jenazah Korban Tsunami, RSDP Serang: Kami Sedih, Sangat Hancur

Foto: Bon pungutan pengambilan jenazah korban tsunami (ist)

SWARARAKYAT.COM – Pihak Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang mengaku kecolongan terkait pungli terhadap jenazah korban tsunami. Pihak rumah sakit merasa kecewa dengan tingkah oknum pegawainya.

Pelaksana tugas Direktur RSDP Serang, Sri Nurhayani mengatakan, pihak rumah sakit amat menyayangkan adanya pungli dalam pengurusan jenazah korban tsunami. Padahal, kata dia, sesuai undang-undang yang berlaku, tak ada pungutan apapun jika terjadi kejadian luar biasa (KLB) seperti bencana tsunami.

“Kami terus terang amat sangat menyayangkan dan kami sendiri dari jajaran RSDP tentunya sangat terpukul dengan kejadian ini dan sangat sedih dan sangat hancur buat kami dalam kasus ini,” katanya saat jumpa pers di Mapolda Banten, Sabtu (30/12/2018) malam. 

Baca Juga:   Bupati Cianjur Ditangkap KPK, Para Sopir Syukuran Tarif Angkot Digratiskan

“SOP yang ada di kami peraturan yang ada di UU Kesehatan sudah jelas bahwa manakala ada kejadian KLB salah satunya adalah bencana ini tidak boleh dipungut biaya se sen pun terhadap korban dan itu sudah kami lakukan dan kami instruksikan kepada semua jajaran yang ada di RSDP,” lanjutnya.

Saat pungli terjadi pada 23 Desember atau sehari pasca tsunami, situasi di rumah sakit sedang penuh sesak oleh korban tsunami baik dari Serang dan Pandeglang. Memanfaatkan situasi itu, oknum ASN dan 2 orang pegawai swasta memanfaatkan untuk melakukan pungli.

“Kami terus terang saja pada saat kejadian tanggal 23 dengan kondisi yang sangat crowded dengan pelayanan yang kami berikan baik itu di IGD ataupun kamar jenazah karena memang sangat crowded sekali tanggal 23 itu,” tuturnya.

Baca Juga:   Jokowi dan Lago Ditemukan Terdampar Selama Seminggu di Pulau Panjang

Setelah peristiwa ini, pihak rumah sakit akan mengevaluasi kinerja para pegawai agar peristiwa serupa tak terulang. Sri yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang itu melanjutkan, dirinya bersama jajaran juga akan mengevaluasi kerja sama antara pihak swasta yang mengurusi jenazah di RSDP.

“Intinya kami sangat menyesalkan dan sangat mengutuk peristiwa ini,” tutupnya. (Ren/detik)

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!