Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 146

Politik

Aliansi KAMMI Jabodetabek Demo di Istana Negara, Dollar Menguat Jokowi Melemah

FOTO: Aksi Aliansi KAMMI Jabodetabek di Istana Negara, Jumat (14/9/2018)

SWARARAKYAT.COM – Aliansi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi unjukrasa di Istana Negara, Jumat (14/9/2018). Aksi keprihatinan terhadap “Dollar Menguat, Jokowi Melemah”.

Aksi ini akan diikuti oleh ratusan aktivis dan simparisan KAMMI gabungan dari berbagai kampus se-Jabodetabek.

Aksi parlemen jalanan ini dipicu oleh keprihatinan atas beberapa persoalan perekonomian yang mencuat pada beberapa minggu terakhir, terutama terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Aksi Aliansi KAMMI Jabodetabek di Istana Negara, Jumat (14/9/2018)

Dengan membentangkan spanduk “Dollar Menguat, Jokowi Melemah”, para mahasiswa KAMMI juga meniru penampilan Presiden Jokowi saat aksi motor terbang di Asian Games.

Baca Juga: 

Foto: Aksi Aliansi KAMMI Jabodetabek di Istana Negara. Jumat (14/9/2018)

Berikut Press Release Aliansi KAMMI Jabodetabek:

Sejak awal tahun 2018, kondisi nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar terus melemah. Puncaknya dalam beberapa hari terakhir nilai tukar Rupiah hampir mencapai angka Rp. 15.000 / USD.

Hal ini merupakan nilai terburuk sejak 20 tahun terakhir, yaitu pada saat Indonesia mengalami krisis moneter tahun 1998.

Semakin melemahnya nilai rupiah ini membuat ketakutan di masyarakat Indonesia akan kembali ke masa krisis seperti tahun 1998.

Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yag mengatakan bahwa penurunan nilai Rupiah terhadap US Dollar berdampak positif terhadap APBN, dirasakan hanya sebagai pelarian dari kenyataan yang ada di lapangan.

Saat ini harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan saat ini Indonesia masih memenuhi kebutuhan pokok dalam negerinya dengan melakukan impor.

Produk seperti beras, garam dan kacang kedelai yang merupakan kebutuhan pokok masih memerlukan impor. Bahkan kemungkinan BBM pun akan segera naik karena dampak dari pelemahan Rupiah.

Hal ini menimbulkan sentiment buruk kepada kinerja Presiden Jokowi dan jajarannya. Pemerintah tidak bisa mengatasi keadaan ini yang mulai terjadi sejak awal tahun.

Padahal dalam janji kampanyenya dulu Presiden Jokowi berjanji untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah di angka Rp. 10.000 / USD.

Tapi pada kenyataannya kebijakan-kebijakan yang diambil justru membuat nilai rupiah terjun bebas. Hal ini membuktikan Presiden Jokowi lemah dalam melakukan pengambilan kebijakan dan kontrol kinerja para menteri dijajaran pemerintahannya.

Melihat kenyataan ada maka kami Aliansi KAMMI Jabodetabek menuntut kepada Presiden Jokowi untuk:

1. Menstabilkan nilai tukar Rupiah
2. Menurukan harga kebutuhan pokok
3. Menghetikan impor yang tidak diperlukan
4. Melakukan swasembada pangan

Tertanda Aliansi KAMMI Jabodetabek

Baca Juga:   Andre: Bang Sandi Disambut Histeris Emak-Emak di Padang, Kalau Jokowi Disambut Begini
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Politik