Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 224

Hukum & Kriminal

Anak Petani Ini Terancam di Penjara Karena Posting Ujaran Kebencian, Mengaku Kecewa ke Pemerintah

Purwanto (30), warga Sumbergedang, Pandaan, Kabupaten Pasuruan ini terancam masalah hukum. Pasalnya, ia diduga menyebarkan postingan yang dilatarbelakangi ketidakpuasan dirinya terhadap kinerja pemerintah saat ini.

Pasal Ujaran Kebencian (Hate Speech) di media sosial bakal menjerat dirinya kebalik jeruji besi. Purwanto diperiksa secara intens di Polres Pasuruan, Kamis (6/9/2018).

Lewat akun Facebook-nya, Purwanto membagikan berbagai macam gambar atau perkataan yang mengarah pada penghinaan PDIP. Ia hanya bisa menyesali perbuatannya.

“Saya menyesal sudah melakukan perbuatan itu. Saya hanya membagikan postingan dari grup FB. Saya hanya membagikan saja,” kata Purwanto kepada Surya, sesaat sebelum diselidiki secara intens di Polres Pasuruan, Kamis (6/9/2018).

Purwanto mengaku bukan orang parpol. Ia mengaku tidak mengenal dan tidak memahami tentang politik.

Tapi, ia mengakui postingannya itu dilatarbelakangi ketidakpuasannya terhadap kondisi pemerintahan saat ini.

Dia merasakan orangtuanya sebagai petani, kini makin sulit menjual beras dari sawahnya.

“Saya tidak suka sama kepemimpinan yang sekarang. Makanya begitu ada gambar atau berita yang sesuai dengan perasaan saya, ya saya bagikan,” sambung pria yang bekerja sebagai karyawan swasta ini.

Dia pun juga tidak menyangka kejadiannya akan sepanjang ini. Ia juga tidak menyangka diburu polisi dan akan ditetapkan sebagai tersangka.

“Itu hanya bentuk protes dan ketidakpuasan saya terhadap kepemimpinan yang sekarang. Selebihnya saya bukan musuh politik atau apa. Saya menyesal sudah melakukan hal ini,” ujarnya.

Sementara, Ketua DPC PDIP Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, menerangkan secara pribadi atau partai, ia menyesalkan apa yang sudah dilakukan tersangka ini.

Menurut Andri, sebelum kasus berlanjut ke kepolisian, dia dan tim cyber PDIP sudah mengirimkan pesan pribadi ke Purwanto.

Baca Juga:   Diduga Lakukan Ujaran Kebencian, Ustadz Hamidzon Mizonri Sumut di Penjara

“Inti pesan itu , kami minta dia untuk menghapus dan tidak menyebarkan hoax dan menyudutkan partai kami. Nah peringatan itu seolah dibiarkan, justru dia semakin menyebarkan hal itu,” tukas Andri.

Menurut Andri, yang dibagikan Purwanto sangat kontroversial dan bisa memecah belah bangsa dan negara.

Salah satu kalimat yang membuat Andri tersinggung adalah PDIP dianggap sebagai partai yang mengancam akan menutup ponpes dan partai kafir.

“Itu yang tidak bisa kami maafkan. Bagi kami itu hal yang sangat melecehkan martabat dan harga diri kami sebagai kader partai,” tegasnya.

Dia menjelaskan, apa yang disangkakan tersangka itu tidak benar.

Sebagai gambaran, Andri menyebut yang menginisiasi hari santri adalah PDIP di Pasuruan saat itu.

“Ibu Ketum PDIP kami juga hadir bersama Ketua PBNU saat itu. Dan hari itulah ditetapkan dan disetujui Presiden Jokowi sebagai Hari Santri Nasional,” ucapnya.

Dia berharap, tersangka ini bisa mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

“Bagi kami apa yang dilakukannya bisa memecah belah dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Dia menyebarkan berita hoax,” paparnya.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Budi Santoso, menjelaskan pihaknya masih akan mendalami kasus ini.

Yang jelas, hari ini pihaknya sudah menetapkan dia sebagai tersangka.

“Kami akan kembangkan lagi kasus ini. Kami jerat dia dengan undang – undang ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Motifnya dia melakukan itu karena kecewa dengan gaya dan model kepemimpinan sekarang,” tutupnya.

Sumber: Surya Online

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Hukum & Kriminal