Connect with us
Dibaca: 111

Politik

Analisis Debat Ketiga: Kedua Cawapres Saling Menyerang Dengan Adab

Ketua KPU bersama dua Cawapres dan moderator debat. Foto: KPU

SWARARAKYAT.COM – Dua calon wakil presiden KH Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno memilih saling melontarkan kritik dan mencari kelemahan saingan dengan cara halus dan santun dalam debat ketiga Pemilihan Presiden 2019 di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Aura perdebatan sengit dan adu argumen dalam debat-debat Pilpres 2019 sebelumnya pun nyaris tidak terasa.

Baca Juga:   Ngaku Mantan Jurnalis dan Pimred, Bamsoet Dukung Langkah Media Tak Liput Reuni 212

Baca Juga:   Sekjen PPP: Kita Hormati Proses Hukum KPK dan Kami Minta Maaf Kepada Semua Kader dan Konstituen PPP

Cawapres Sandiaga Uno dan Ma’ruf Amin, sejak awal debat, memilih fokus menjabarkan program yang diusung masing-masing kubu terkait berbagai isu yang menjadi topik debat ketiga yakni ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan dan sosial budaya.

Segmen pertama, kedua, dan ketiga nyaris mengalir begitu saja tanpa ada adu argumen kuat di antara mereka.

Baca Juga:   Jokowi Ingin Tabok Penebar Fitnah PKI, Hasto: Itu Sindiran Halus

Bahkan ketika menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh sembilan panelis pilihan Komisi Pemilihan Umum (KPU), baik KH Ma’ruf Amin maupun Sandiaga Uno tampak tidak menggebu-gebu dalam mencermati atau mengkritik jawaban atau pernyataan kubu lawannya, meski terkadang gagasan yang disampaikan sangat terbuka untuk dikritik.

Di bidang pendidikan misalnya, dalam visi-misinya Sandiaga Uno berjanji menghapus sistem ujian nasional.

“Kami akan meniadakan ujian nasional. Sebagai gantinya, adalah penelusuran minat dan bakat,” kata Sandiaga Uno.

Sandi menambahkan konsep pendidikan “link and match” yang diusung dirinya dan Prabowo, yakni menyesuaikan pelajaran-pelajaran keilmuan dengan kebutuhan dunia industri.

Baca Juga:   Ketum PPP: Tak Ada Tautan Historis Antara Prabowo-Sandi dan NU

KH Ma’ruf Amin tidak menggunakan kesempatan untuk mempertanyakan gagasan itu, malah sebaliknya menyodorkan tiga “kartu sakti” yang akan diterbitkan oleh Jokowi-Ma’ruf jika terpilih.

“Kami akan keluarkan tiga kartu; Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Kartu Sembako Murah, Kartu Pra-Kerja. Itu untuk apa? Supaya anak miskin bisa kuliah, supaya ibu-ibu bisa belanja murah, supaya ada modal untuk mendapatkan kerja,” kata Ma’ruf.

Baca Juga:   Blak-Blakan! Ini Pengakuan Lurah Nono, Jadi Tersangka Setelah Foto dengan Sandiaga Uno

Prev1 of 3

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!