Connect with us
Dibaca: 134

Politik

Anggap Jokowi-Ma’ruf Punya Segalanya, Prabowo-Sandi Hanya Satu, Gusti Allah

Pasangan Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma'ruf

SWARARAKYAT.COM – Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Letjen TNI Marinir (Purn) Suharto menilai pasangan Jokowi-Ma’ruf memiliki segalanya.

Sedangkan menurut Suharto, kubu Prabowo sebagai penantang calon presiden hanya punya satu hal. “Hanya satu, yaitu Gusti Allah,” sebutnya.

Ia pun mengibaratkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 seperti pertarungan David melawan Goliath. Mantan Komandan Korps Marinir itu menyebut kubu Prabowo Subianto laksana David, sedangkan Joko Widodo sebagai petahana seperti Goliath.

Baca Juga:   Farhat Abbas: Yang Gak Pilih Jokowi Bakal Masuk Neraka!

“Ini seperti David versus Goliat. Petahana punya semua, keamanan, media, BIN, uang dan TNI juga dia punya,” ujar Suharto dalam diskusi bertajuk Keamanan Pilpres 2019: Optimisme Atau Kekhawatiran? yang digelar Seknas Prabowo-Sandi di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/12).

Suharto menyebut perbedaan kekuatan dua kubu yang bertarung di Pilpres 2019 merupakan wujud ketidakadilan. Karena itu dia mengkhawatirkan ketidakadilan yang dibiarkan berlarut-larut akan memunculkan radikalisme.

“Radikalisme itu keluar dari ketidakadilan, tidak adil dalam berkehendak, berpikir dan bertindak. Harus dicap jelek orang yang berpikir dan bertindak tidak adil,” ucapnya.

Baca Juga:   Bawaslu Jadwalkan Pemanggilan Bupati dan Walikota yang Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf

Suharto juga mengatakan, banyak kebijakan terkait pemilu yang diambil menjurus pada ketidakseimbangan dua kubu yang bertarung. Dia mencontohkan ketidakseimbangan dalam pengambilan nomor urut pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Menurutnya, kesepakatan awalnya hanyalah menggunakan nomor urut 1 dan 2. Namun, Suharto menduga ada kepentingan tertentu sehingga diubah menjadi nomor 01 dan 02.

Baca Juga:   Jubir PSI: Perda Syariah Itu Buatan Manusia, Jangan Samakan dengan Syariah

Suharto juga menduga ada ketidakadilan dalam masalah daftar pemilih tetap (DPT), e-KTP, hingga kotak suara yang terbuat dari kardus. “Jadi, ada kecenderungan nantinya sudah enggak betul, sudah berbicara tidak dari hati,” pungkas Suharto.(ren/jpnn)

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!