Connect with us
Dibaca: 88

Politik

Arsul Sani Nilai Capres Prabowo Minim Data Tentang Pembangunan Papua

Wakil Ketua TKN Jokowi (Sekjen PPP), Arsul Sani. Ist

SWARARAKYAT.COM – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin, Arsul Sani menilai Calon Presiden Prabowo Subianto kurang membaca data karena menyebut Papua kurang mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

“Saya kira Pak Prabowo kurang data kalau mengatakan demikian karena kalau kita lihat Papua misalnya kita lihat sesuatu yang pada masa-masa pemerintahan sebelumnya tidak ada kan sekarang ada, yang landmark jelas adalah jalan trans papua itu,” kata Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (26/3/2019).

Baca Juga:   Sandiaga Uno Dikejar Fans Perempuan Lalu Histeris, Budiman Sudjatmiko Mengaku Iri

Baca Juga:   Buntut Panjang Tampang Boyolali, Advokat Pendukung Prabowo Laporkan Bupati Boyolali

Belum lagi menurut Arsul Sani, turunnya sejumlah harga kebutuhan, setelah terbangunnya jalur distribusi di Papua.

Di antaranya harga semen yang dulunya 800 ribu per sak sekarang menjadi 400 ribu per sak. Belum lagi kebijakan BBM satu harga.

Baca Juga:   Seolah Tak Mau Kalah, Kubu Jokowi Siapkan Acara Tandingan Sebelum Hari Terakhir Kampanye

“Siapapun yang dulu ke Papua sebelum diintroduksi BBM itu satu harga, kalau musim kering, musim baguslah ya, itu bisa 40, 60 ribu. tapi begitu musim hujan kan 60 sampai 80 ribu per liter, sekarang berbeda,” katanya.

Apabila kemudian muncul kritikan bahwa pembangunan tersebut efeknya belum terasa, menurut Arsul karena masih berproses.

Baca Juga:   Kubu Jokowi Ingin Gandeng Yusril, Demi Rebut Suara Eks HTI

“Contoh, jalan jadi, masih sepi kan, karena tidak begitu jalan jadi kemudian katakannlah pengusaha distribusi itu akan kemudian beli truk dan akan langsung seperti itu. Pasti ada waktu lah,” katanya.

Sama halnya menurut Arsul Sani, kritik terhadap kereta bandara yang disebut masih sepi.

Hal tersebut masih wajar karena kereta bandara masih baru.

Baca Juga:   Soal Prabowo Deklarasi Kemenangan, TKN 01: Itu Terlalu Berlebihan

“Sama dengan tol lah, iya masih sepi. tapi nanti kan kita lihat ada gak efeknya setelah 2-3 tahun, ada atau tidak perubahannya, ini yang harus dilihat,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam kampanye terbuka hari ke dua di Merauke Papua, Senin (26/3/2019).

Prabowo menyebut ‎Papua belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Ia berjanji bila terpilih nanti, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua. (sta)

Baca Juga:   Ekspresi Luhut Terkesan Emosi Saat BPN Memprotes KPU, TKN: Luhut Suaranya Memang Keras, Bukan Marah

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!