Connect with us
Dibaca: 77

Timur Tengah

Asik Main FB dan Instagram, Bayi Wanita Israel Ini Tenggelam

(Kayla Lynton/Foto: Mirror)

SWARARAKYAT.COM – Seorang perempuan berusia 24 tahun warga Tel Aviv, Israel, ditangkap polisi terkait kematian bayinya berusia 6 bulan. Kok bisa?

Menurut kepolisian Tel Aviv, bayi malang bernama Naomi itu meninggal karena kelalaian sang ibu, Kayla Lynton. Dia membawa anaknya ke toilet untuk dimandikan, di saat yang sama Kayla asyik berinteraksi di media sosial hingga anaknya tenggelam di bak mandi.

Dilaporkan Mirror, Kayla asyik bermain Facebook dan Instagram saat peristiwa itu terjadi yakni pada Juli 2018. 

Baca Juga:   Setelah Serang Gaza, Israel Ancam Pasukan Iran di Suriah

Pengacara Kayla, Ofer Bartal, mengatakan, sang ibu sudah memanggil layanan darurat untuk menyelamatkan putrinya. Naomi dibawa ke rumah sakit dan meninggal setelah sempat koma sepekan. Usai kejadian, polisi menyita smartphone Kayla.

Meskipun dimintai keterangan sejak Juli lalu, sampai saat ini Kayla belum dikenakan tuntutan. Polisi masih mencari bukti baru dengan melacak aktivitas Kayla di media sosial saat anaknya tenggelam.

“Kayla diinterogasi pada hari kejadian tetapi dibebaskan di hari yang sama. Dia bahkan tidak ditahan. Namun sekarang dia dimintai keterangan lagi,” kata Bartal, merujuk pada pemeriksaan pada 29 Desember lalu. 

Baca Juga:   Sebagian Besar Warga Israel Ogah Dipimpin Kembali oleh Netanyahu

Sang ibu bebas dengan uang jaminan 420 euro, namun sangat mungkin menghadapi tuntutan yakni kelalaian yang menyebabkan kematian sang anak.

“Dia terikat dengan jaminan yang berarti dia harus hadir di pengadilan dan kantor polisi jika diperlukan. Polisi masih harus mendapatkan bukti lagi interaksinya di media sosial saat seharusnya merawat putrinya,” katanya lagi.

Kayla menikah dengan pria asal London, Inggris, Ilan Lynton, enam tahun lalu. Pasangan itu juga memiliki anak perempuan berusia 2 tahun. Namun kini Kayla tinggal terpisah dengan Ilan dan anak perempuan setelah kematian Naomi. (arum/miror/inews)

More in Timur Tengah

error: Dilarang copy paste tanpa izin!