Connect with us
Dibaca: 356

Hukum & Kriminal

Asisten Pribadi Imam Nahrawi Tahu Soal Suap Dana Hibah, KPK: Ada Kongkalikong

Menpora Imam Nahrawi

SWARARAKYAT.COM – KPK turut memeriksa asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi terkait kasus dugaan suap terkait dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Asisten pribadi Imam tersebut bernama Miftahul Ulum.

Ulum termasuk orang yang ditangkap dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Selasa (18/12). Namun, Ulum tidak termasuk sebagai pihak yang dijerat sebagai tersangka. Ia pun sudah dilepaskan KPK usai pemeriksaan.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut penyidik mengklarifikasi sejumlah hal kepada Ulum dalam pemeriksaan tersebut. Ia diduga mengetahui soal kasus dugaan suap terkait dana hibah Kemenpora untuk KONI.

Baca Juga:   Terseret Kasus Suap Kemenpora, Ada Nama Lain Tak Disebutkan KPK

“Ada rangkaian peristiwa yang perlu kami klarifikasi terkait proses dana hibah,” ujar Febri saat dihubungi, Kamis (20/12).

Terkait keterlibatan pihak lain yang lebih besar dalam kasus ini, Febri mengatakan bahwa penyidik masih akan mendalami terkait peran dari masing-masing tersangka terlebih dahulu.

Namun jika dalam proses penyidikannya ditemukan sejumlah fakta akan keterlibatan pihak lain, pengembangan kasus pun dimungkinkan untuk dilakukan.

Baca Juga:   Ditanya Soal Tabloid Indonesia Barokah, Kapolri: Sedang Dipelajari

“Nantilah jika memang ada fakta baru untuk peran pihak lain akan ditelusuri,” sambungnya.

Dalam OTT tersebut, KPK total memeriksa 13 orang. Lima di antaranya kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Staf Kemenpora Eko Triyanto, Asisten Deputi Olahraga Prestasi Adhi Purnomo, Deputi IV Kemenpora Mulyana, Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, dan Bendahara KONI Jhonny E Awuy.

Baca Juga:   Anggodo Widjojo Meninggal Dunia, Dulu Pernah Sebut Pimpinan KPK Bisa Disuap

Mulyana bersama dengan Eko dan Adhi diduga menerima Rp 318 juta dari Ending dan Jhonny. Suap diduga diberikan sebagai bagian fee pencairan dana hibah Kemenpora untuk KONI tahun 2018.

Selain itu, ada ATM bersaldo Rp 100 juta, mobil Toyota Fortuner dan satu Samsung Note 9 yang diduga diterima Mulyana sebagai suap.

Baca Juga:   Hotman Paris Ungkap Kasus Apa yang Pernah Ditangani di Lahan Prabowo, Tetapi Bukan Asal Usul Lahan

KPK menduga, kongkalikong sudah ada sejak pengajuan proposal hibah senilai Rp 17,9 miliar itu berlangsung. Pejabat Kemenpora diduga meminta fee 19,13 persen dari nilai hibah atau Rp 3,4 miliar.

Penyidik sudah menahan kelima tersangka tersebut. Mereka ditahan di beberapa rutan terpisah. (Kmp)

More in Hukum & Kriminal

error: Dilarang copy paste tanpa izin!