Connect with us
Dibaca: 370

Hukum & Kriminal

Asisten Pribadi Imam Nahrawi Tahu Soal Suap Dana Hibah, KPK: Ada Kongkalikong

Menpora Imam Nahrawi

SWARARAKYAT.COM – KPK turut memeriksa asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi terkait kasus dugaan suap terkait dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Asisten pribadi Imam tersebut bernama Miftahul Ulum.

Ulum termasuk orang yang ditangkap dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Selasa (18/12). Namun, Ulum tidak termasuk sebagai pihak yang dijerat sebagai tersangka. Ia pun sudah dilepaskan KPK usai pemeriksaan.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut penyidik mengklarifikasi sejumlah hal kepada Ulum dalam pemeriksaan tersebut. Ia diduga mengetahui soal kasus dugaan suap terkait dana hibah Kemenpora untuk KONI.

Baca Juga:   Eks Staf Syafri Adnan: Dia Rayu Saya dengan Biayai Kuliah

“Ada rangkaian peristiwa yang perlu kami klarifikasi terkait proses dana hibah,” ujar Febri saat dihubungi, Kamis (20/12).

Terkait keterlibatan pihak lain yang lebih besar dalam kasus ini, Febri mengatakan bahwa penyidik masih akan mendalami terkait peran dari masing-masing tersangka terlebih dahulu.

Namun jika dalam proses penyidikannya ditemukan sejumlah fakta akan keterlibatan pihak lain, pengembangan kasus pun dimungkinkan untuk dilakukan.

Baca Juga:   Panas! Laporkan Balik, KPK Dinilai Lakukan Pencemaran Nama Baik Pemprov Papua

“Nantilah jika memang ada fakta baru untuk peran pihak lain akan ditelusuri,” sambungnya.

Dalam OTT tersebut, KPK total memeriksa 13 orang. Lima di antaranya kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Staf Kemenpora Eko Triyanto, Asisten Deputi Olahraga Prestasi Adhi Purnomo, Deputi IV Kemenpora Mulyana, Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, dan Bendahara KONI Jhonny E Awuy.

Baca Juga:   KPK Beri Warning Ridwan Kamil Soal Kasus Suap Proyek Meikarta

Mulyana bersama dengan Eko dan Adhi diduga menerima Rp 318 juta dari Ending dan Jhonny. Suap diduga diberikan sebagai bagian fee pencairan dana hibah Kemenpora untuk KONI tahun 2018.

Selain itu, ada ATM bersaldo Rp 100 juta, mobil Toyota Fortuner dan satu Samsung Note 9 yang diduga diterima Mulyana sebagai suap.

Baca Juga:   Polisi Panggil Amien Rais, Tim Prabowo Ajukan Praperadilan

KPK menduga, kongkalikong sudah ada sejak pengajuan proposal hibah senilai Rp 17,9 miliar itu berlangsung. Pejabat Kemenpora diduga meminta fee 19,13 persen dari nilai hibah atau Rp 3,4 miliar.

Penyidik sudah menahan kelima tersangka tersebut. Mereka ditahan di beberapa rutan terpisah. (Kmp)

More in Hukum & Kriminal

error: Dilarang copy paste tanpa izin!