Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 225

Politik

Bandingkan dengan Pemerintahan SBY, Natalius Pigai: Jokowi Baru Bangun Satu Ruas Jalan di Papua

Pandangan Tokoh Papua, Natalius Pigai terhadap pembangunan infrastruktur Papua di era Jokowi dan SBY berbeda.

Natalius Pigai - Foto: Istimewa

SWARARAKYAT.COM – Aktivis kemanusiaan, Natalius Pigai, mengatakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru membangun satu ruas jalan di Papua. Kritik itu disampaikannya lewat acara televisi TVOne, Selasa (4/12/2018).

Natalius Pigai membandingan kinerja pemerintahan Jokowi dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam hal pembangunan infrastuktur ruas jalan.

Dalam acara tersebut, Natalius Pigai menuturkan pada pemerintahan SBY membangun lebih banyak ruas jalan dibanding Jokowi.

Baca Juga:   Beri Kuliah di Seoul, Jokowi Cerita Aksinya Naik Motor Terbang di Asian Games

Ya, dan jangan salah ya. Di Papua itu ada sembilan ruas jalan yang sudah dibangun oleh SBY,” kata Natalius Pigai.

“Ruas jalan ya ini, ruas jalan berbeda dengan peningkatan, pengaspalan, perluasan. Pembukaan yang baru itu yang ini. baru jokowi satu-satunya,” tambah Natalius Pigai.

“Jadi kita tidak bisa bilang jokowi membangun infrastruktur di papua, lain yang pembangunan yang normal saja,” ucap Natalius Pigai.

“Tetapi satu ruas jalan yang menyebabkan 31 orang mati, inilah satu satunya kerjaan presiden Jokowi,” ungkapnya dalam video TVOne yang diunggah melalui akun twitternya, Rabu (5/12/2018).

Baca Juga:   Ucapan Prabowo Soal Kedubes Australia Disimpulkan Keliru, Sejumlah Media Meralat Berita

Natalius Pigai yang pernah menjadi mantan Komisioner Komnas HAM, mengungkapkan alasan kenapa dirinya selalu mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi.

Dilansir dari Kompas.com, menurut Natalius Pigai, perlakuan pemerintah pada zaman SBY lebih memanusiakan masyarakat Papua ketimbang era Jokowi.

Prev1 of 2

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Politik