Connect with us
Dibaca: 123

Nusantara

Banjir merendam Kota Makassar dan Gowa

Sungai Pangkajene di Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep, Sulsel, Selasa (22/1/2019) meluap sekitar pukul 07.00 Wita. Jl Sukowati hingga Bontoriu Minasatene, banjir sudah sampai betis orang dewasa dan air sungai terus meluap. - Foto: Yudi/SwaraRakyat

MAKASSAR, SWARARAKYAT.COM – Sebagian besar wilayah Kota Makassar  terendam banjir hingga seleher orang dewasa akibat hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan itu dan sekitarnya sejak Senin (21/1) malam hingga Selasa. 

“Sejumlah titik di wilayah Kota Makassar terendam air, dan sementara ini tim gabungan penanggulangan bencana sudah turun ke lokasi tersebut untuk memberikan bantuan sekaligus siap melakukan evakuasi terhadap warga korban terdampak,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Taufiek Rahman, di Makassar, Selasa hari ini.

Banjir – Foto: Yudi/SwaraRakyat

Ia menyebutkan beberapa titik fokus perhatian sementara dari BPBD Makassar di antaranya kawasan pemukiman Kodam III Kelurahan Katimbang, Bumi tamalanrea blok AE, Kecamatan Biringkanaya.
Lokasi ini berbatasan dengan Kabupaten Maros yang berdekatan dengan anak sungai di wilayah itu.

Baca Juga:   Dulu Pilih Jokowi Dijanjikan Uang, Si Nenek: Boro-boro Dikasih, Janji Doang

Situasi banjir parah terjadi  di Lorong Kotipa 16-14, karena  genangan air sudah mencapai sekitar 1,3 – 1,5 meter atau setinggi leher orang dewasa.

elain itu juga di Lorong Kotipa 08-13, ketinggian airnya sudah mencapai satu meter atau setinggi dada orang dewasa, sementara di Lorong Kotipa 6-7 ketinggian air mencapai 50-70 centimeter atau setinggi pinggang orang dewasa.

“Akibat hujan yang turun dengan intensitas sedang di Kabupaten Maros dan Kota Makassar,  air terus bertambah sekitar satu centimeter per jam,” ujar Taufiek saat memantau di sejumlah lokasi genangan air di Makassar.

Baca Juga:   Pengungsi Korban Tsunami Di Kantor Gubernur Lampung Mulai Berkurang

Untuk itu, kata dia, BPBD Kota Makassar telah menyiagakan lima unit perahu karet di kawasan Perumahan Kodam III serta empat unit perahu karet di kawasan Perumnas Antang Blok 10 Kecamatan Manggala dan sekitarnya.

Selain di kedua kawasan perumahan yang selalu menjadi langganan banjir setiap musim hujan itu, lanjut dia, Tim BPBD Kota Makassar juga terus melakukan pemantauan di kawasan Perumahan Swada III Jalan Batua Raya.

Taufiek mengatakan saat ini tim gabungan dari BPBD Makassar, SAR Brimob, PMI Kota Makassar, dan Dinsos Kota Makassar sudah turun ke beberapa lokasi tersebut, terutama di kawasan Perumahan Kodam III untuk melakukan proses evakuasi terhadap warga di lokasi itu.

Baca Juga:   Banjir, Jalan Poros Barru Menuju Pare-Pare Putus

“Beberapa warga sudah mengungsi di rumah kerabatnya yang tidak jauh dari lokasi banjir itu. Kami juga terus memantau perkembangan serta melakukan evakuasi bagi  warga yang rumahnya terendam banjir di kawasan Kodam III,” katanya.

Sementara itu Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto telah menginstruksikan kepada seluruh camat dan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memberi perhatian serius terkait kondisi cuaca ekstrem yang melanda Makassar sejak Selasa (22/1) dini hari.

“Pemkot Makassar berupaya meminimalisir resiko bencana yang mungkin terjadi. Kita berharap Makassar selalu berada dalam lindungan-Nya, dan terhindar dari resiko bencana,” papar Wali Kota saat kegiatan apel siaga. (Yudi)

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!