Connect with us
Dibaca: 75

Politik

Baru Bebas Bersyarat, Robert Tantular Dicekal KPK

Robert Tantular (Foto: Agung Pambudhy-detikcom)

SWARARAKYAT.COM – Baru menerima pembebasan bersyarat pada Juli 2018, mantan pemilik Bank Century Robert Tantular kembali berurusan dengan hukum. Pasalnya, KPK telah meminta pencekalan ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham.

Jubir KPK Febri Diansyah mengatakan, penyidik masih membutuhkan keterangan Robert untuk kasus dana talangan Bank Century –yang telah berubah menjadi Bank Mutiara, lalu terakhir bersalin nama Bank J Trust Indonesia.

“Untuk kebutuhan proses penyelidikan di KPK kami melakukan pelarangan ke luar negeri terhadap Robert Tantular sejak sebelum pertengahan Desember 2018 ini,” ujar Febri di Gedung KPK Jakarta, Kamis (27/12).

Baca Juga: Eks Bos Bank Century Bebas Bersyarat, Dapat Remisi 7 Tahun Lebih

Pelarangan seseorang ke luar negeri, Febri menambahkan, bisa dilakukan pada tahap penyelidikan, penyidikan, maupun penuntutan.

“Pencegahan ini dilakukan, karena KPK masih membutuhkan keterangan sejumlah pihak untuk proses penyelidikan,” katanya.

Sampai saat ini KPK telah meminta keterangan sekitar 40 orang dalam penyelidikan baru kasus dugaan korupsi Bank Century ini. Penyidik tengah mendalami fakta-fakta dalam kasus tersebut.

Baca Juga:   Klarifikasi HRS Bongkar Peran Intelijen Beri Informasi ke Polisi Arab Saudi

“Kami ingin jauh lebih dalam mengamati fakta-fakta yang ada terkait dengan hal ini,” Febri menjelaskan.

Robert bebas bersyarat setelah menjalani hukuman 10 tahun dari total vonis 21 tahun. Vonis tersebut merupakan akumulasi dari empat kasus yang menjeratnya di Pengadilan Tipikor Jakarta, antara lain bailout Bank Century, kejahatan perbankan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Pembebasan bersyarat Robert itu pernah dipertanyakan KPK, karena ia mendapatkan remisi hingga 74 bulan lebih. KPK saat ini kembali membuka kasus Bank Century tersebut. Dalam kasus ini, Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis eks Deputi Bank Indonesia Budi Mulya dengan 10 tahun penjara pada 3 Desember 2014.

Baca Juga:   Bahas Pemilu 2019, Mahfud MD Temui Kyai Maimun Zubair, Begini Kata Kyai Maimun

Pengadilan Tinggi kemudian memperberat hukuman menjadi 12 tahun. Di tingkat kasasi, majelis hakim yang dipimpin Hakim Agung Artidjo Alkostar menambah hukuman Budi menjadi 15 tahun penjara pada 8 April 2015.

Kasus Budi adalah korupsi dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) kepada Bank Century dan penetapan bank milik Robert Tantular itu sebagai bank gagal berdampak sistemis. KPK menduga negara mengalami kerugian Rp 6,7 triliun. (Arum)

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!