Connect with us
Dibaca: 613

Nasional

Bekas Kapolsek: 27 Tahun Jadi Polisi, Baru Ini Ada Perintah Menangkan Calon Presiden

Bekas Kapolsek Pasirwangi, Garut AKP Sulman Aziz bersama pegiat HAM, Haris Azhar. Ist

SWARARAKYAT.COM – Mantan Kapolsek Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, AKP Sulman Aziz mengatakan sudah menjadi polisi selama 27 tahun. Dia mengaku baru kali ini ada perintah untuk memenangkan salah satu calon presiden, yaitu Jokowi.

“Saya ini sudah 27 tahun menjadi polisi, saya ditugaskan kemana-mana, baru di Pilpres 2019 ini, ada perintah untuk berpihak kepada salah satu calon,” cerita Sulman di Kantor Hukum dan HAM Lokataru, Jakarta, Minggu (31/3/2019).

Baca Juga:   KPK Periksa Dirut Pertamina Sebagai Saksi Idrus Marham

Baca Juga:   Balas Pantun Farhat Abbas, Prabowo: Aduh, Aku Masuk Neraka Dong

Sulman mengutarakan perintah untuk memenangkan Jokowi datang dari Kapolres Garut. Perintah itu disampaikan dalam sebuah forum di Polres Garut pada bulan Februari 2019.

Dia mengaku, dalam forum itu dirinya diperintahkan untuk menggiring masyarakat agar memilih Jokowi. Perintah yang sama juga diberikan kepada seluruh kapolsek di wilayah Kabupaten Garut.

Baca Juga:   Gus Sholah Tak Setuju Bendera Tauhid Dibakar, Sarankan Ansor dan Banser Minta Maaf

“Selain itu semua Kapolsek juga disuruh untuk melakukan pendataan antara masyarakat yang memilih Jokowi dan Prabowo Subianto,” bebernya.

Dijelaskan oleh Sulman, bila gagal memenangkan Jokowi di wilayahnya, para kapolsek diancam akan dimutasi dari jabatan mereka.

Baca Juga:   Forum Santri Deklarasikan Presiden Jokowi Sebagai "Bapak Santri Indonesia"

“Kalau paslon (01) itu kalah di wilayah polsek masing-masing, maka kapolsek akan dimutasikan,” ulasnya.

Kini, Sulman telah dimutasi ke kesatuan lalu lintas Polda Jawa Barat.

Sulman tidak tahu apakah perintah tersebut datang dari pucuk pimpinan polri atau bukan. Dia hanya tahu itu perintah datang dari Kapolres.

Baca Juga:   Ketua Forum Santri: Bendera Tauhid Tak Boleh Dilarang Lagi

Sejak tanggal 8 Maret 2019, dia menjabat Kanit Pelanggaran di Sub Direktorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Jawa Barat. Salman menganggap alasan pemutasiannya karena dituduh memihak kepada calon nomor urut 02.

Tuduhan tersebut muncul, karena Sulman pernah foto bersama tokoh masyarakat di Pasirwangi yang menjadi ketua panitia deklarasi dukungan untuk Prabowo-Sandi.

Baca Juga:   Posek Penjaringan Diserang, Polisi: Pelaku Teriak "Allahu Akbar"

Sukman membantah tuduhan tersebut. Dia beralasan foto itu adalah untuk keperluan pelaporan kegiatan pengamanan acara deklarasi untuk atasannya. Selain itu, dia juga dituduh melakukan mobilisasi masyarakat untuk mendukung capres nomor urut 02.

Sementara itu di tempat terpisah, Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna menolak dibilang pernah memerintahkan bawahannya untuk memenangkan salah satu capres.

Baca Juga:   Hoax! Tulisan Gus Mus Memuji Imam Nasrani, Ini Tanggapan Ulil Abshar

Budi pun menegaskan siap diperiksa dan diberi sanksi jika hal itu terbukti. “Enggak ada, saya siap diperiksa dan bila terbukti bersalah saya siap,” kata dia.

Namun Budi membenarkan bahwa dirinya pernah melaksanakan pertemuan di kantornya untuk membahas masalah operasional di wilayah kerjanya. (ad)

Baca Juga:   Demo FUIB Sulsel Kutuk Pembakaran Bendera Tauhid dan Tuntut Polisi Proses Hukum Pelaku

More in Nasional

error: Dilarang copy paste tanpa izin!