Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 80

Hukum & Kriminal

Beredar Foto Pose Gembira Tahanan KPK, Fahri: Akibat Aparat Main-Main Tegakkan Hukum

Beredarnya foto para tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan mengangkat tangan dan tersenyum ke kamera menghebohkan media sosial.

Foto tersebut mengundang keprihatinan beberapa pihak. Salah satunya Putri sulung mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Alissa Wahid.

Alissa tampak mengomentari foto tersebut yanh diunggah akun Twitter @eMbahNyutz.

“Lihat wajah2nya kok nggak ada penyesalan gitu ya?” tulis Alissa.

Postingan itu pun kemudian ramai dikomentari para netizen. Sebagian turut merasa kesal melihat para koruptor tersenyum dan seolah-olah tidak malu dengan perbuatan mereka.

Tak hanya Alissa, Penulis Maman Suherman juga turut mengomentari beredarnya foto para tahanan KPK tersebut.

“Rompi oranye itu…
Tidak Memalukan ???
@KPK_RI

(Pinjam gambar dari adik kelasku di Kriminologi, Swary Utami Dewi),” tulis pria yang akrab disapa Kang Maman itu di akun Twitter @maman1965.

Kicauan Kang Maman dikomentari Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.

Fahri menuding aparat bermain-main dalam menegakkan hukum, sehingga para tahanan tersebut tampak tidak ada rasa malu.

“Saya tahu kenapa orang tidak malu dan jera….karena aparat main2….mereka tidak menegakkan hukum tapi cari sensasi…tambah hari tambah tidak konsisten… ,” balas Fahri diakun @fahrihamzah.

Diketahui, para tahanan tersebut merupakan Anggota DPRD Kota Malang yang terjerat kasus suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015.

Sebanyak 41 dari 45 Anggota DPRD Kota Malang terjerat kasus korupsi. Korupsi massal ini menyedot perhatian banyak pihak, hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut berkomentar di akun Twitter @jokowi.

Baca Juga:   Kabareskrim Pastikan Kapolri Tito Tidak Terima Suap Basuki

“Sebanyak 41 anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Tidak mudah membangun kepercayaan dari masyarakat. Itu memerlukan waktu panjang. Jagalah kepercayaan itu untuk kebaikan rakyat daerah, provinsi, atau di lingkup lebih besar: negara,” tulis Jokowi.

Loading...

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Hukum & Kriminal