Connect with us
Dibaca: 267

Ekonomi

Blak-Blakan! Amien Ceritakan Selama Jadi Kepala SKK Migas, dan Ketidaknyamanan Jonan

Amien Sunaryadi - Katadata

SWARARAKYAT.COM – Amien Sunaryadi akhirnya mencurahkan segala perasaannya selama menjabat Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Jabatan ini diembannya sekitar empat tahun.

Amien dilantik menjadi Kepala SKK Migas tahun 2014 oleh Sudirman Said yang saat itu menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Jabatan nomor satu di SKK Migas itu pun akhirnya diserahkan kepada Dwi Soetjipto yang dilantik hari ini, Senin (3/11).

Menurut Amien, saat dilantik Sudirman Said, ia tidak mengerti apa-apa mengenai sektor hulu migas. “Maka jadilah SKK Migas dipimpin oleh yang tidak mengerti migas,” kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/12).

Baca Juga:   Karena The Fed Naikan Suku Bungga, Wall Street Lemah,Trump: "Saya Kecewa"

Namun, ada salah satu faktor kenapa Amien terpilih menjadi kepala SKK Migas. Saat itu, citra lembaga yang mengurusi hulu migas ini sudah buruk. Kepala SKK Migas sebelumnya bahkan tertangkap suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Alhasil, Amien diharapkan dapat memberantas korupsi di sektor hulu migas. Selama menjabat sebagai Kepala SKK Migas, ia pun berupaya agar lembaganya lolos sertifikasi sistem manajemen anti penyuapan.

Tak hanya soal institusi SKK Migas, Amien juga bercerita tentang kondisi migas tanah air. Menurutnya, Indonesia sudah memproduksi migas selama 100 tahun, tapi data migasnya masih minim. Bahkan sejakzaman orde lama, pemerintah tak menganggarkan dana eksplorasi.

Baca Juga:   Kepada Direktur IMF, Fadli Zon Pertanyakan Manfaat Pertemuan IMF dan WB Bagi Indonesia

Alhasil, Amien memuji langkah Menteri Jonan yang kini mewajibkan kontraktor yang mendapatkan blok terminasi untuk menyetor Komitmen Kerja Pasti (KKP). Dana yang sudah terkumpul dari KKP tersebut sudah mencapai US$ 2 miliar.

Eksplorasi ini penting karena jika tidak dilakukan, produksi migas akan terus turun. Apalagi sektor migas kerap dianggap sebagai biang kerok defisit neraca berjalan yang dipaparkan Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Jika tidak ada temuan lapangan migas besar, maka produksi siap jual (lifting) migas tidak akan naik signifikan. Apalagi, jika dilakukan berbagai upaya, lifting migas mungkin bisa bertambah paling tinggi 300 ribu barel per hari (bph) dari posisi saat ini 750 ribu bph. Hal ini masih belum cukup sebab kebutuhan di dalam negeri mencapai 1,5 juta bph.

Untuk itu ia berpesan kepada Pimpinan baru SKK Migas Dwi Soetjipto agar dapat menemukan lapangan migas besar yang baru. “Jadi kalau saya boleh diizinkan berpesan, pesan saya, Indonesia butuh giant discovery,” kata Amien.

Hal lainnya yang diceritakan Amien adalah selama menjabat kepala SKK Migas, kerap melakukan rapat yang ujungnya menambah berat badannya. Ini karena rapat selalu disediakan makanan ringan. Padahal, pembahasan rapat tidak terlalu signifikan.

Di sisi lain, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan ada beberapa kalangan yang tidak nyaman bekerja dengan Amien Sunaryadi, termasuk dirinya. “Memang ada anak buah bapak Amien merasa kurang nyaman. Saya saja kurang nyaman dengan Amien. Saya juga ungkap kan begini boleh ya,” ujar dia.

Baca Juga:   Hati-Hati Jebakan Trik Diskon Harbolnas

Meski begitu, Jonan berharap Kepala SKK Migas yang baru tetap bisa melanjutkan birokrasi yang sudah dibangun Amien Sunaryadi. Lalu bisa meningkatkan eksplorasi agar cadangan meningkat. (Ren)

More in Ekonomi

error: Dilarang copy paste tanpa izin!