Connect with us
Dibaca: 81

Nusantara

BNPB Umumkan Jumlah Korban Jiwa dan Kerusakan Pasca Bencana Alam di Sulawesi Selatan

Wapres JK menerima penjelasan dari Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengenai situasi bencana banjir dan longsor di Sulawesi Selatan, di pesawat menuju Makasar, Minggu (27/1/2019).⁣ Foto: dok. BNPB

SWARARAKYAT.COM – Penanganan darurat bencana banjir, longsor dan puting beliung yang melanda wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Selasa (22/1/2019) masih terus dilakukan hingga saat ini.

Melansir dari bnpn.go.id, Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB memaparkan sejumlah informasi tentang perkembangan penanganan pasca bencana.

Meskipun banjir sudah surut ribuan warga masih berada di pengungsian karena kondisi rumah rusak dan rumah dan lingkungan penuh lumpur. Beberapa warga merasa lebih aman di pengungsian karena trauma dengan banjir dan longsor.

Baca Juga:   Bupati Cianjur Ditangkap KPK, Para Sopir Syukuran Tarif Angkot Digratiskan

Hingga Minggu (27/1/2019) tercatat 188 desa terdampak bencana di 71 kecamatan yang tersebar di 13 kabupaten/kota yaitu Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap , Bantaeng, Takalar, Selayar, dan Sinjai.

Dampak bencana tercatat 68 orang meninggal, 7 orang hilang, 47 orang luka-luka, dan 6.757 orang mengungsi. Kerusakan fisik meliputi 550 unit rumah rusak ( 33 unit hanyut, 459 rusak berat, 30 rusak sedang, 23 rusak ringan, 5 tertimbun), 5.198 unit rumah terendam, 16,2 km jalan terdampak, 13.326 hektar sawah terdampak dan 34 jembatan, 2 pasar, 12 unit fasilitas peribadatan, 8 fasilitas pemerintah, dan 65 unit sekolah.

Daerah yang paling parah mengalami dampak banjir dan longsor adalah Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Jeneponto, Marros dan Wajo.

Baca Juga:   PDIP Peringati Maulid Nabi Disisipi Dangdutan, Netizen Protes

Berikut perincian dampak bencana di 13 kabupaten/kota Sulsel :
1. Gowa: 45 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, 46 orang luka-luka, 2.121 orang mengungsi, 10 rumah rusak dimana 5 rusak berat dan 5 tertimbun, 604 rumah terendam, dan 1 jembatan rusak.
2. Kota Makassar: 1 orang meninggal, 2.942 orang terdampak, 1.000 orang mengungsi, 477 rumah terendam.
3. Soppeng  tercatat 1.672 ha sawah terendam.
4. Janeponto: 14 orang meninggal, 3 orang hilang, 3.276 orang mengungsi, 470 rumah rusak (438 unit rumah rusak berat, 32 hanyut), 15 jembatan, 1.304 ha sawah terendam, dan 41 sekolah rusak.
5. Barru: 2 unit pasar, 1 fasilitas pendidikan, 1 fasilitas pemerintahan.
6. Wajo: 2.705 orang terdampak, 2.421 rumah terendam, 16,2 km jalan, 2.025 Ha sawah terendam, 9 jembatan rusak, 10 fasilitas peribadatan, 21 fasilitas pendidikan, 5 fasilitas pemerintah mengalami kerusakan.
7. Maros: 4 orang meninggal, 1200 orang terdampak, 251 orang mengungsi, 552 unit rumah terendam, 8.295 ha sawah, 1 fasilitas peribadatan rusak.
8. Bantaeng: 1 unit rumah rusak sedang.
9. Sindrap: 1 unit rumah rusak sedang
10. Pangkep tercatat 1 orang hilan, 28 rumah rusak, 1 fasilitas peribadatan, 1 fasilitas pendidikan rusak.
11. Takalar: 2 orang meninggal, 1129 rumah terendam
12. Selayar: 2 orang meninggal, 109 mengungsi, 53 rumah rusak yairu 15 rusak berat, 28 rusak sedang, 9 rusak ringan dan 1 rumah hanyut, 2 fasilitas pemerintahan, 1 jembatan, 1 fasilitas pendidikan.
13. Sinjai: 2 rumah rusak akibat puting beliung.

Penanganan darurat masih dilakukan. Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Kepala BNPB Donionardo ke Kantor Gubernur Sulsel untuk mendapatkan penjelasan penanganan bencana di Sulsel.

Baca Juga:   Kotak Suara Kardus Dibungkus Rapih Pakai Plastik, KPU: Air Tidak Masuk, Netizen: Penemuan Dungu

Kemudian Wakil Presiden bersama Kepala BNPB meninjau ke beberapa lokasi bencana dan Bendungan Bili-Bili untuk mendapatkan penjelasan kondisi bendungan. Beberapa arahan Wakil Presiden dan Kepala BNPB diberikan kepada Pemda untuk percepatan penanganan darurat dan pasca bencana.

Pencarian 7 orang hilang masih dilakukan tim SAR gabungan. BNPB terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. Penanganan darurat masih dilakukan di Desa Sapaya, Desa Bontomanai, Desa Mangempang, dan Desa Buakang di Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa yang mengalami banjir dan long sor dengan jumlah korban 29 orang meninggal.

Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi dan pencarian korban hilang. Pembangunan jembatan darurat balley dilakukan oleh TNI dibantu instansi terkait dan warga. Pelayanan kesehatan oleh Dinas Kesehatan, PMI dan NGO. Dapur umum telah didirikan Brimob Polda Sulses dan Dinas Sosial.

Prioritas penanganan saat ini adalah membersihkan lumpur dan material yang menutup jalan, lingkungan dan rumah. Material lumpur yang ada di dalam rumah tebalnya ada yang 50 centimeter dan kondisinya mulai mengeras sehingga sulit dibersihkan. Alat berat dikerahkan membersihkan material lumpur.

Sebagian pengungsi sudah pulang ke rumah dan membersihkan lumpur di rumahnya. Surat-surat berharga banyak yang rusak karena tidak sempat dibawa waktu mengungsi.

Kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah permakanan, selimut, matras, pelayanan medis, MCK dan sanitasi, relawan untuk membersihkan lumpur, peralatan rumah tangga untuk membersihkan lumpur, trauma healing, dan lainnya. (yudi)

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!