Connect with us
Dibaca: 198

Pemilu 2019

BPJS Kesehatan: Presiden Perhatian Pada BPJS, Termasuk Setujui Keputusan Suntik Dana Rp4,9 T

BPJS Kesehatan - Istimewa

SWARARAKYAT.COM – Kritik Presiden Jokowi terkait defisit BPJS Kesehatan ditanggapi langsung Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf.

Iqbal menganggap kritik itu bentuk perhatian Jokowi pada program JKN. Menurut Iqbal, Jokowi selalu memperhatikan BPJS Kesehatan. Termasuk saat mengambil keputusan menyuntikkan dana Rp 4,9 triliun untuk menutupi defisit BPJS Kesehatan. 

Baca Juga:   Diserang dari Segala Arah, KPU Undang Hackers Dialog, Hacker Indonesia: IT KPU Belum Aman, Tolong Perbaiki!

“Ini bentuk perhatian presiden dalam cara lain kepada program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Kita berfikir positif bahwa dalam bentuk dukungan itu ada fokus perhatian beliau. Ketika ada suntikan PR 4,9 triliun menjadi bukti komitmen sangat kuat agar program ini tetap bisa berjalan. Program ini dikelola dengan profesional karena menyangkut keuangan negara yang harus dipertanggung jawabkan,” ucap Iqbal.

Iqbal menilai kritik Jokowi disampaikan agar BPJS Kesehatan mengelola program JKN dengan baik. Iqbal juga menganggap kritik itu juga ditujukan kepada sejumlah lembaga selain BPJS Kesehatan. 

Baca Juga:   Dilantik Presiden Jokowi Jadi KSAD, Begini Perjalanan Karir Jenderal Andika Perkasa

“Kita memandang apa yang disampaikan beliau dukungan, agar program dikelola dengan baik. Bukan hanya BPJS kesehatan, tapi kementerian-lembaga terkait sehingga lebih bekerja sama dan berkolaborasi,” ujarnya.

Dengan demikian diharapkan BPJS bisa memperbaiki manajemen keuangan yang dimilikinya sehingga masalah tersebut segera diselesaikan.

Diberitakan, Presiden Jokowi kecewa terhadap managemen keuangan BPJS Kesehatan. Walaupun telah mendapatkan suntikan dana Rp 4,9 Triliun namun masih tetap kurang. 

Baca Juga:   Ini Susunan Jadwal Kampanye Rapat Umum Joko Widodo dan Prabowo Subianto Minggu Pertama

“Ini pun masih kurang, kebutuhan bukan Rp 4,9 Triliun lha kok enak banget ini. Kalau kurang minta, kalau kurang minta. Mestinya ada manajemen sistem yang jelas sehingga rumah sakit kepastian pembayaran tuh jelas,” kata Jokowi dengan nada bicara yang cukup tinggi. (Fid)

More in Pemilu 2019

error: Dilarang copy paste tanpa izin!