Connect with us
Dibaca: 216

Pemilu 2019

BPN: FBR ke Jokowi Wajar, Sebab Pilkada DKI 2017 Mereka Kan Dukung Ahok-Djarot

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade. Ist

SWARARAKYAT.COM – Ormas Forum Betawi Rempug (FBR) akhirnya mengungkap alasan mengalihkan dukungan ke Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Selain karena menilai Jokowi peduli terhadap kebudayaan Betawi, FBR ternyata menyimpan rasa kecewa dengan Sandiaga Uno yang berpasangan dengan Prabowo Subianto.

Baca Juga:   Ibukota Masih Punya Kebun Salak dan Buah Duku? Ini Buktinya
Baca Juga:   Sandiaga Uno Bakal Laporkan Ratna Sarumpaet Lantaran Berbohong

Ketua Umum FBR Lutfi Hakim mengungkap cerita ini saat berbincang dengan wartawan, Sabtu (9/3/2019). Dia mengatakan ada sejumlah alasan FBR tidak mendukung Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

“Saat 2014, kita ke Prabowo-Hatta ya dan kedua ke Bang Sandi all-out (saat Pilgub DKI 2017), bahkan sampai secara resmi kami menurunkan 4.280 orang saksi waktu Pilkada DKI. Cuma kemudian, begitu kita cermati tidak ada, kuranglah kepeduliannya terhadap Betawi. Kita pun harus mencari dong siapa rekam jejaknya yang memang layak untuk kita dukung, asalkan kepentingan masyarakat Betawi bisa diakomodir. Itu kemudian kenapa kami beralih dukungan,” ujar Lutfi.

Baca Juga:   Dua Peserta Reuni 212 Wafat, Anies Ta'ziyah dan Pastikan Pemakaman Ditanggung Pemprov DKI

Lutfi mengatakan, FBR kecewa terhadap Sandi saat menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta. Sandi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dia nilai kurang peduli terhadap aspirasi warga Betawi.

“Tapi Anies-Sandi 2 bulan dia menjabat gubernur, kami masyarakat Betawi memberi dia gelar ‘Abang Betawi’, namun sampai saat ini implementasi dari Perda Nomor 4 tahun 2015 tentang Pelestarian dan Kebudayaan Betawi itu terkesan setengah hati dia lakukan. Memang waktu kemarin dia mengangkat beberapa wali kota dari Betawi, tapi kita tidak bicara personlah. Kita bicara sistem yang bisa mengakomodir semua kepentingan masyarakat Betawi,” jelas Lutfi.

Baca Juga:   Anies Diminta Selidiki Kasus Dugaan Korupsi Transjakarta

“Perda itu masih perlu disempurnakan dengan beberapa Pergub. Tapi itu tidak terealisasi hingga saat ini. Padahal Jokowi tidak pernah kita kasih gelar ‘Abang’. Anies-Sandi-lah yang kita kasih gelar ‘Abang Betawi’ tapi kepeduliannya kepada masyarakat Betawi itu masih setengah hati.

Padahal ketika masyarakat Betawi memberi dia gelar ‘Abang’, itu merupakan komitmen dari masyarakat Betawi untuk terus mengawal dan mendukung program-program Pemprov DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Anies-Sandi saat itu,” sambungnya panjang-lebar.

Baca Juga:   Prabowo Minta Relewannya Terjun Hingga ke Desa Terpencil

Secara spesifik, FBR mengaku kecewa terhadap Sandiaga. “Bisa jadi begitulah,” ucap Lutfi. Sedangkan untuk Prabowo, dia mengaku belum bisa menilai karena Prabowo belum pernah menjabat gubernur ataupun presiden.

Lutfi juga bicara kenapa kemudian FBR memberi dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019. Dia menilai Jokowi menunjukkan kepedulian pada Betawi saat menjabat Gubernur DKI. Salah satunya memasukkan aturan baju adat Betawi sebagai salah satu pakaian resmi karyawan Pemprov DKI Jakarta.

Baca Juga:   Duh, Akun Caleg PSI Ini Bikin Merinding, Netizen: Bujug Demennya...

BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno langsung bereaksi atas ini. BPN mengatakan, silakan FBR mendukung Jokowi, asalkan tidak mengaitkan dengan kekecewaan terhadap Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat memimpin DKI Jakarta.

“Jadi gini, pertama, kami ingin menegaskan itu haknya FBR ya kalau ingin mendukung pak Jokowi-Maruf Amin. Ya silakan aja mendukung Jokowi-Maruf Amin, tapi jangan ada kesan menyatakan kekecewaan kami mendukung pak Jokowi karena kecewa karena Anies dan Sandi,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade kepada media, Sabtu (9/03/2019).

Baca Juga:   Juara Liga 1, Persija Dapat Bonus dari Bank DKI

Andre menilai tidak etis jika FBR membandingkan kinerja Anies-Sandi yang dianggap kurang mempedulikan masyarakat Betawi. Sebab, menurutnya, pada Pilkada DKI 2017, FBR juga mendukung Basuki Tjahja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Andre juga berpendapat, Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI berkomitmen memperhatikan masyarakat Betawi. Salah satunya dengan program penataan kampung di Ibu kota. Menurutnya, saat masih menjabat Wagub DKI, Sandiaga Uno memperhatikan masyarakat Betawi dengan membuat wirausaha di daerah permukiman Betawi.

Baca Juga:   Prabowo: "Indonesia Hanya Sanggup Bertahan 3 Hari Jika Terjadi Perang"

“Bahkan Bang Sandi itu membuka gerakan wirausaha harapan di kampung Betawi, Setu Babakan. Dengan komitmen beliau untuk membangun kewirausahaan untuk masyarakat Betawi gitu loh,” ungkap Andre.

Andre meminta FBR tidak mempolitisasi dukungannya terhadap Jokowi-Ma’ruf dengan mendiskreditkan kinerja Anies. Andre meminta FBR bersikap objektif.

Baca Juga:   Polemik Langkahi Makam, Sandi: Dari Lubuk Hati Paling Dalam, Saya Mohon Maaf

“Nah jadi sekali lagi silakan, monggo FBR dukung Jokowi-Ma’ruf Amin, tapi jangan mempolitisasi dukungan itu dengan mendiskreditkan gitu loh. Silahkan aja hak FBR mendukung Jokowi-Ma’ruf monggo kami hormati, silakan, kami ucapkan selamat. Tapi kalau FBR bilang kecewa dengan Anies dan Sandi nggak objektif juga karena FBR adalah pendukung Ahok dan Djarot,” imbuhnya.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga lainnya, Sodik Mudjahid, juga berpendapat senada. Namun dia mengingatkan, jika Prabowo terpilih menjadi presiden, FBR bisa dianggap sebagai tamu karena tidak berperan dalam pemenangan Prabowo-Sandi di Jakarta.

Baca Juga:   Nyaleg dari PDIP, Mantan Asisten Farhat Abbas Ngaku Ingin Perjuangkan Cita-Cita Habib Rizieq

“Dengan hasil survei yang dengan signifikan memenangkan Anies-Sandi di Jakarta, maka dengan sikap FBR seperti sekarang, maka saya khawatir nanti FBR jadi seperti tamu di Jakarta, di daerahnya. Ya FBR akan dinilai tidak berpartisipasi dalam kemenangan Prabowo-Sandi di Jakarta, ibu kota negara yang presidennya Prabowo-Sandi,” kata Sodik, Sabtu (9/03/2019). Dikutip dari detikcom.

Meski begitu, Sodik mempersilakan FBR mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin karena memiliki hak menyatakan dukungan kepada pihak mana pun. Namun ia mengingatkan setiap anggota ormas juga punya hak menentukan pilihan capres masing-masing. (sta)

Baca Juga:   Andi Arief Sebut Aktor Dibalik Perusakan Atribut Demokrat Caleg PDIP Kota Pekanbaru

More in Pemilu 2019

error: Dilarang copy paste tanpa izin!