Connect with us
Dibaca: 192

Nusantara

Bupati Cianjur Ditangkap KPK, Para Sopir Syukuran Tarif Angkot Digratiskan

Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar

SWARARAKYAT.COM – Penangkapan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disambut gembira para sopir angkot di Cianjur.

Para sopir angkot menggratiskan tarif angkutan sebagai wujud syukur mereka atas penangkapan orang nomor satu di Cianjur tersebut.

“Naik angkot gratis hari ini #bonus OTT KPK,” demikian isi selebaran yang dipasang di pintu angkot berwarna merah di Cianjur.

Baca Juga:   Bela Ma'ruf Amin, TKN Jokowi: Jadwal Peluncuran Esemka Kapan Saja Bisa

Para penumpang pun menyambut gembira penggratisan tarif angkot. Mereka senang karena tidak perlu lagi merogoh kocek saat naik angkot.

Seorang penumpang bernama Dede Supandi (35) mengaku mendapatkan dua kabar gembira hari ini, Rabu (12/12) yakni Bupati Cianjur ditangkap dan tarif angkot gratis.

“Ini sejarah. Penguasa Cianjur sudah ditangkap. Padahal mah, keluarganya tuh orang kuat banget di Cianjur. Bapaknya penah menjabat bupati dua periode. Semua dikuasai. Preman-premannya juga dikuasai. Hatur nuhun KPK,” ucap Dede kepada Pojoksatu.id.

Baca Juga:   Ribuan Banteng PDIP Ngamuk, Rumah Warga Rusak, Ini Kronologinya!

Sebelumnya, Bupati Cianjur ditangkap KPK pada Rabu (12/12). Penangkapan anak mantan bupati dua periode, Tjetjep Muchtar Soleh itu terkait dengan anggaran pendidikan di Cianjur.

Sumber Pojoksatu.id mengatakan, Bupati Cianjur Irvan Rivano diduga terkait pemotongan dana proyek pembangunan sekolah se-Cianjur. Irvan diduga memotong 30 persen dari setiap sekolah yang mendapat bantuan dana proyek rehabilitasi.

“Kabarnya gitu (pemotongan dana rehabilitasi sekolah),” ungkapnya.

Baca Juga:   Kapolda NTB Minta Maaf atas Tindakan Anggotanya di Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi

Ia menjelaskan, kabar itu diperkuat dengan banyaknya kepala sekolah yang mengeluh karena dipaksa menyerahkan 30 persen dari dana yang diterima.

“Sudah lama sebenarnya. Lebih banyak di Cianjur Selatan,” beber dia.

Para kepala sekolah itu, lanjutnya, akhirnya terpaksa mengurangi bahan-bahan bangunan untuk renovasi sekolah. Semisal ukuran besi yang dikecilkan, pengurangan semen, dan lain-lain.

“Genteng juga terpaksa pakai yang berkas. Pokoknya kualitas bahan bangunan dikurangi,” ungkapnya.

Baca Juga:   Dokumen Resmi Dubes RI di Arab Saudi Ungkap Kronologi Penangkapan HRS

Dari total uangya hasil pemotongan dana pembangunan sekolah itu, katanya, akhirnya dikumpulkan dan mencapai Rpp 1,5 miliar. Kabarnya uang itu pula yang menjadi bukti dalam OTT KPK tersebut.

“Makanya uang itu diserahkan hari ini. Yang jadi bukti itu. Kabarnya gitu,” jelasnya.

Baca Juga:   Indonesia Masih Berduka Akibat Tsunami, Perayaan Pergantian Tahun Baru Di Jawa Tengah Direncanakan Tanpa Kembang Api

Sang sumber mengungkap, ada enam orang yang ditangkap dalam operasi senyap tersebut. Penangkapan dilakukan di Bandung dan Cianjur.

“Katanya, yang ditangkap di Bandung itu Kadisdik. Kalau bupati ditangkap di Pendopo. Dijemput sama petugas KPK,” pungkasnya. (Ren/Pjs)

Loading...

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!