Connect with us
Dibaca: 3.903

Nusantara

Calon DPD RI Sulteng “Otak” Penikaman Ketum HMI Palu, Dilaporkan ke Polisi

Beberapa Alumni HMI menjenguk Ketum HMI Palu, Karimul Hamid di RSUD Undata, Kota Palu, Jumat (26/4/2019). Foto: dok.PPI Sulteng

SWARARAKYAT.COM – Palu, Calon senator (DPD RI) Sulawesi Tengah, Samsidi Markus yang bertarung di Pemilu 2019 dilaporkan ke Kepolisian Resor (Polres) Palu, Sulawesi Tengah, atas dugaan dalang dibalik insiden penikaman terhadap Ketua Umum HMI Cabang Palu, Karimul Hamid.

Berdasarkan laporan polisi nomor LP-B/450/IV/2019/Sulteng/Resor Palu tanggal 25 April 2019, bahwa Samsidi dilaporkan sebagai pelaku dari insiden penikaman tersebut.

Dalam laporan polisi, peristiwa itu terjadi pada Rabu (24/4/2019) malam sekitar pukul 21.30 Wita di Jalan Tona Roa, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, tepatnya di sekretariat HMI Cabang Palu.

Baca Juga:   Kupon Sembako Murah Jokowi-Ma'ruf, Koordinator Acara: Sudah Konfirmasi ke Bawaslu, Ini Bukan Pelanggaran

Baca Juga:   Heboh Video Bupati Manokwari Ngamuk di Klub Malam Gravity Sky Lounge

Kronologi Penikaman Karimul

Saat itu, Karimul Hamid sebagai korban berserta pengurusnya sedang melangsungkan rapat program kerja.

Tiba-tiba datang sekelompok orang mengejar korban yang mana saat itu Samsidi berteriak hajar dan tikam. Sehingga Karimul Hamid dan jajaran pengurusnya berhamburan berlari ke arah pantai dan ditikam. Akibatnya korban mengalami luka tusuk dibagian bawah punggung.

Saat diwawancari media ini, Karimul Hamid membenarkan adanya teriakan dari pelaku yang terkesan memerintahkan anggotanya melakukan aksi tersebut.

Baca Juga:   Caleg Gerindra Untuk DPRD Pesisir Selatan Ditemukan Tewas Gantung Diri, Polisi Selidiki Kematian Korban

“Saat itu dia bilang, kenapa tidak berani pukul, tikam saja. Pelaku mengatakan begitu,” katanya, pada Jum’at (26/4/2019).

Kemudian, 20 orang keluar dari sekretariat HMI Cabang Palu lalu mengejar korban beserta pengurusnya berjumlah 12 orang.

Saat dikejar, Karim sapaan akrabnya melarikan diri ke pesisir pantai guna menghindari pengejaran. Dalam pengejaran itu, salah satu pengurusnya terjatuh. Karena dikhawatirkan akan dikeroyok oleh 20 orang tersebut, Karim menyelamatkan pengurusnya. Akan tetapi, dirinya dikeroyok dan terjadinya penikaman. Karim menduga pelaku tersebut bernama Aristo Iman.

Baca Juga:   Puluhan Imigran China Tiba di Bandara, Tak Bisa Bahasa Inggris dan Indonesia

“Saya lihat wajahnya, dia memegang pisau ditangannya berniat menusuk bagian perut. Tapi saya berpaling dan yang kena bagian belakang saya,” jelasnya.

Kemudian, Karim melarikan diri dan menemui salah seorang alumni HMI. Saat itulah dirinya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata, Kota Palu.

Usai dilarikan ke RS, pengurus HMI didampingi salah satu senior melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kota Palu.

Baca Juga:   Puluhan Jenazah Membusuk di RSUD Pandeglang, Banten

Pada malam itu juga, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulawesi Tengah menerima permintaan pengawalan kasus dan langsung menyaksikan sendiri korban dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD).

Ketua LBH Sulteng, Amar mengatakan siap mengawal kasus  tersebut hingga tuntas dan bakal menyiapkan lima pengacaranya. “Kami akan berkoordinasi dengan Polres Palu untuk mengawal kasus tersebut hingga selesai,” ucapnya.

Kalaupun ada mediasi antara pelaku dan korban, kata Amar tidak masalah. Dikarenakan kasus tersebut delik pidana murni, maka mediasi itu bisa saja dilakukan. Akan tetapi, proses hukum tetap berjalan.

“Mediasi itu hak masing-masing. Tapi proses hukum tetap berjalan,” pungkasnya. (sta)

Baca Juga:   PB HMI Kecam Aksi Kekerasan Terhadap Karimul Hamid

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!