Daerah  

Calon Presiden Ganjar Pranowo Berkunjung Kerumah Tokoh Sumsel H Halim

SWARARAKYAT.COM – PALEMBANG – Calon Presiden RI 2024, Ganjar Pranowo berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (5/11). Dalam kesempatan itu, Ganjar menyempatkan untuk bersilaturahmi ke kediaman Haji Alim, tokoh masyarakat sekaligus pengusaha kaya yang dikenal sangat dermawan di kalangan masyarakat Sumatera Selatan.

Ganjar tiba di kediaman Haji Halim di Palembang sekira pukul 12.00. Ia langsung disambut Haji Halim dengan hangat. Bahkan Haji Halim sempat memberikan hadiah sorban putih bermotif corak bunga pada Ganjar.

“Selamat datang di Palembang, pak Ganjar,” sambut Haji Halim ramah.

Ganjar kemudian diajak Haji Halim masuk ke aula rumahnya dan dikenalkan pada ibu-ibu pengajian yang ada di sana. Kebetulan saat Ganjar datang, kediaman Haji Halim baru saja selesai menggelar pengajian Maulid Nabi.

“Ibu-ibu, sudah kenal belum sama bapak ini,” ucap Haji Halim mengenalkan Ganjar.

“Kenal, pak Ganjar Pranowo,” ucap mereka kompak.

Tanpa dikomando, ibu-ibu itu langsung berebut untuk bersalaman dan berfoto dengan Ganjar. Mereka sempat ngobrol sebentar dan bermaah tamah dengan Ganjar di aula itu.

“Ganteng banget ternyata pak Ganjar. Lebih ganteng dari yang di televisi. Tinggi sekali ya,” celetuk ibu-ibu yang ada di sana.

Usai ramah tamah, Haji Halim mengajak Ganjar masuk ke ruangan khusus. Ia diajak makan siang dan ngobrol tertutup dengan para pengusaha yang ada di Sumatera Selatan.

“Iya ini silaturahmi dengan pak Haji Halim, sudah lama janjian tapi baru bisa ketemu hari ini. Tadi kita diskusi, pak Haji Halim banyak cerita soal harga karet, harga sawit, hak atas tanah hingga para pekerja yang butuh perlindungan,” ucap Ganjar.

Selain itu, beberapa pengusaha juga turut hadir dalam pertemuan itu. Mereka berharap mendapat kepastian hukum untuk berinvestasi.

“Jadi tidak hanya silaturahmi, tapi saya mendapat aspirasi. Ini penting agar masyarakat bisa tahu bahwa mereka yang punya hak atas tanah kemudian diserobot orang lain, ya mesti dikembalikan. Bagaimana produk perkebunan harganya dijaga agar tetap bisa baik, ya karet maupun sawit. Pemerintah harus berusaha untuk itu,” pungkasnya. (*)