Connect with us
Dibaca: 731

Nusantara

Debat Capres, Jokowi Sebut Jumlah Suku dan Bahasa di Tanah Air, Ternyata Keliru Loh

Cek Fakta Debat

Capres Jokowi tampil di Debat Keempat di Hotel Shangri-La Jakarta, (30/3/2019). Foto: KPU

SWARARAKYAT.COM – Calon presiden  Jokowi mengutarakan jumlah suku dan bahasa yang dipunyai Indonesia, sewaktu bicara tentang penanaman Pancasila ke anak-anak di debat.

Setelah ditelusuri ditemukan fakta yang berbeda cukup signifikan. Artinya ada kekeliruan penyampaian data oleh Jokowi dalam debat tadi malam.

Baca Juga:   Motor Gesits Diproduksi Massal Januari 2019, Begini Tanggapan Netizen

Baca Juga:   Gubernur Kaltim Keluarkan SE, Tahun Baru Diisi Shalat Berjamaah, Dzikir, dan Istighasah

“Anak anak harus diberi tahu bagaimana bertoleransi karena kita memiliki 714 suku. Anak-anak harus diberi tahu bagaimana berkawan dengan teman-teman sebangsa dan sebangsa Tanah Air karena kita memiliki lebih dari 1.100 bahasa,” sebut Jokowi sewaktu debat di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Minggu (30/3/2019).

Sewaktu menjawab pertanyaan tentang penanaman Pancasila tanpa indoktrinasi, ditemukan fakta berbeda dari yang disampaikan Jokowi terkait jumlah suku dan bahasa.

Baca Juga:   Kementerian Pariwisata Bakal Bangun Patung Jokowi di NTT

BPS pernah menyampaikan data jumlah suku yang ada di tanah air. Mengutip bps.go.id, berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, maka terdapat sebanyak 1.331 suku di Indonesia.

Dikutip dari laman Kemendikbud, Badan Bahasa Kemendikbud telah memetakan dan memverifikasi 652 bahasa daerah di Indonesia. Jumlah tersebut tidak termasuk dialek dan subdialek.

Baca Juga:   Setelah Politikus Sontoloyo, Jokowi Perkenalkan Politik Genderuwo

Summer Institute of Linguistics menyampaikan jumlah bahasa di Indonesia yakni sebanyak 719 bahasa daerah dan dari jumlah itu, sebanyak 707 masih aktif dituturkan.

Lembaga UNESCO menyebutkan baru mencatatkan 143 bahasa daerah di Indonesia berdasarkan status vitalitas atau daya hidup bahasa.

Menjadi pertanyaan dari mana sumber data Jokowi itu. Apakah dari sumber-sumber resmi pemerintah atau sumber lainnya. (ad)

Baca Juga:   Capres Jokowi Hadiri Zikir Akbar "Doa Satukan Negeri" di Medan

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!