Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 76

Politik

Demiz Jadi Jubir Jokowi-Ma’ruf, Sekjen Demokrat: Kita Ucapkan Selamat Jalan

Politisi Partai Demokrat, Deddy Mizwar (Demiz) telah menerima tawaran sebagai juru bicara pasangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019.

Demiz berharap sikap politiknya yang mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf bisa dihargai Partai Demokrat. Tawaran menjadi juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) juga sudah diterima.

“Artinya ini adalah sikap politik yang harus dihargai, harus ada etika dalam melakukan keputusan politik,” kata Demiz di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Sabtu, 1 September 2019.

Tak hanya Demiz, tercatat beberapa politisi Demokrat memilih mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf. Seperti Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Papua Lukas Enembe.

Secara tegas Lukas menjelaskan, keputusannya tersebut tidak ada urusan dengan Partai Demokrat yang justru memilih Prabowo-Sandiaga.

“Tidak ada urusan. Tidak ada urusan dengan partai,” kata Lukas usai dilantik sebagai Gubernur Papua periode kedua oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Menurut Lukas, politik adalah pilihan masing-masing dan tak harus selalu mengekor ke partai. Ia pribadi mendukung Jokowi karena menilai sosok politisi PDI-P tersebut mengerti masalah Papua.

Selain Lukas, Politisi Demokrat yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi resmi mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Berbeda dengan Pakde Karwo, TGB memilih mundur dari Demokrat. Namun Pakde Karwo tetap memilih berada di Demokrat.

“Enggak ada itu hengkang dari Demokrat. Saya sudah 10 tahun di Demokrat masak mau pindah,” kata Pakde Karwo usai rapat Paripurna di DPRD Jatim, Rabu (15/8/2018).

Menanggapi beberapa politisi Demokrat yang tidak sejalan dengan dukungan partai, Sekjen Demokrat, Hinca Panjaitan mengaku tidak masalah untuk melepas para kader tersebut.

“Kalau enggak pas dengan pikiran kita, kan dia harus keluar,” kata Sekretaris Jenderal Hinca Panjaitan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 6 September 2018.

Baca Juga:   Dikritik Soal Dukungannya ke Jokowi, Ridwan Kamil Minta Netizen Move On

Terkait keputusan Demiz, Hinca mengaku tetap menghormati keputusan politiknya.

“Kalau dia meninggalkan partai ini, misalnya, toh tentu kita ucapkan selamat jalan,” ujar Hinca.

Menurut Hinca, hingga kini belum ada surat keputusan dari Demokrat mengenai keluarnya Deddy. Jika Deddy benar-benar jadi keluar dari Demokrat, Hinca mengaku tidak khawatir.

“Semoga selamat sampai tujuan, cita-cita dicapai. Karena di Demokrat pergi satu tumbuh seribu,” kata Hinca.

Loading...

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Politik