Connect with us
Dibaca: 232

Politik

Dianggap Salah Urus Partai, Dua Elit PAN Mundur

Zulkifli Hasan saat bersama Putra Jaya Husin. (Foto: Istimewa)

SWARARAKYAT.COM – Dua elite Partai Amanat Nasional (PAN) mundur dari partai menjelang Pemilu 2019. Alasan dua orang ini mundur adalah karena adanya ketidakcocokan dengan sang ketum, Zulkifli Hasan, dalam mengurus partai.

“Ada perbedaan pendapat dengan ketua umum tentang bagaimana sebaiknya kita mengelola partai sebagai lembaga demokrasi,” ungkap Putra Jaya Husin lewat pesan singkat, Kamis (27/12/2018).

Putra Jaya Husin menyatakan nonaktif sebagai kader PAN untuk saat ini. Ia yang menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan itu sudah mengajukan permintaan nonaktif sejak 20 Juli 2018. Selain Putra, dua elite PAN lain yang mundur adalah Agung Mozin, Ketua Badan Cyber dan Multimedia PAN, serta Nasrullah yang mundur dari posisi Bendahara Umum (Umum).

Baca Juga:   Viral! Pengakuan Tetangga Prabowo Patahkan Tudingan Tidak Merakyat

Putra menyebut ada ketidakcocokan dengan Zulkifli Hasan. Saat ditanya apakah ada kaitannya dengan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais seperti yang dipermasalahkan sejumlah pendiri partai, ia membantahnya.

“Berbeda pendapat tentang cara mengelola partai (dengan ketum). Sama sekali nggak masalah di Dewan Kehormatan,” jelas Putra.

Soal ketidakcocokan dengan Zulkifli Hasan juga dirasakan oleh Agung Mozin. Untuk itulah ia memutuskan mengundurkan diri dari posisinya saat ini.

“Ada salah urus tata kelola partai. Ketum ya. Kalau cocok pasti oke-oke aja kan,” ungkap Agung dimintai konfirmasi terpisah.

Meski begitu, Agung mengaku tidak memiliki masalah pribadi dengan Zulkifli. Ia juga membantahnya mundurnya ia dari kepengurusan PAN terkait karena masalah Pilpres.

Agung mengaku pernah memprotes keputusan Zulkifli yang sempat pindah dukungan dengan menyeberang mendukung Joko Widodo (Jokowi) seusai Pemilu 2014. Kini PAN sudah kembali mendukung Prabowo Subianto untuk Pilpres 2019.

“Ketika Zul Hasan nyebrang ke Jokowi dan saya protes waktu itu, sempat ramai waktu itu, makanya diadakan rapimnas,” tutur Agung.

Baca Juga:   PATRA 08 Dan FPI Siap Kapling Wilayah Bogor Sebagai Basis Prabowo-Sandi

“Komunikasi biasa aja, tidak lancar, kalau ketemu ya say hi aja,” sambungnya.

Nasrullah, yang mundur dari posisi Bendum PAN, juga mengutarakan adanya ketidakcocokan dengan manajemen DPP PAN saat ini. Ia menyatakan mengajukan pengunduran diri sejak 20 Desember 2018. Namun memang surat pengunduran dirinya itu belum diserahkan kepada ketum PAN Zulkifli Hasan.

“Di partai mana pun, atau lembaga apa pun, ada mekanisme, tata cara, uraian peraturan partai, dan kesepakatan internal. Awalnya enak, berjalan santai, lancar, semakin ke sini semakin ada sumbatan. Berjalan seenaknya saja, semaunya saja,” ungkap Nasrullah.(ren/detik)

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!