Connect with us
Dibaca: 2.041

Politik

Dibuang ke Tong Sampah, “Piala Kebohongan” PSI Berujung Pidana

Piagam dan Piala Kebohongan dari PSI untuk Andi Arief diletakkan di tong sampah setelah sampai di kantor DPP Partai Demokrat. - TWITTER/FERDINAND HUTAHAEAN

SWARARAKYAT.COM – Piagam Penghargaan Ter-halu awal tahun 2019 dan Piala Kebohongan untuk Andi Arief dari Partai Solidaritas Indonesia teronggok di tong sampah.

Fakta piagam dan piala kebohongan dari PSI dibuang ke tong sampah itu terlihat dari foto yang diunggah oleh Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, Jumat (4/1/2019).

Piagam itu terbingkai kayu warna hitam, berlogo PSI. Di sana tertulis “Penghargaan Kebohongan Ter-halu Awal Tahun 2019” dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 

Baca Juga:   Sandiaga Uno Janji Akan Memperbaiki Ekonomi Indonesia Yang Sedang Terpuruk

Di bawah kalimat itu tertulis nama Andi Arief. Piagam itu ditandatangani oleg Ketua Umum PSI Grace Natalie.

Piagam dan Piala Kebohongan dari PSI itu, menurut Ferdinand Hutahaean, akan dijadikan barang bukti lampiran ke polisi karena PSI telah melakukan tindak pidana.

Baca Juga:   Ahok Kecewa Kinerja Anies Buruk, Terutama Cara Melayani Warga

“Menuduh orang dalam sertifikat itu sebagai pembohong padahal belum ada keputusan pengadian yang inkrah,” cuit Ferdinadn Hutahaean di akun Twitternya, Jumat (4/1/2018).

“@psi_id juga tidak punya kapasitas memberi award seperti ini. Sistem penilaian juga tidak jelas, maka ini praktis pidana.”

Partai Demorkat, lanjut Ferdunad Hutahaean dalam akun Twitternya, memastikan akan mengambil langkah hukum atas tindakan PSI. 

Baca Juga:   Kalah di DKI dan Sumut, Djarot Nyaleg, Netizen: Makin Sering Kalah, Makin Semangat, Biar Balik Modal

Pihak yang akan dilaporkan adalah Ketua Umum PSI Grace Natalie dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni.

“Perbuatan tersebut adalah pidana murni karena telah mendahului pengadilan dan proses hukum. Menuduh Andi Arief sebagai pembohong,” ujarnya. (ren/tribun)

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!