Connect with us
Dibaca: 120

Politik

Disindir Tak Bisa Jadi Imam Salat, Prabowo: Saya Tahu Diri

Prabowo Subianto (Dok Gerindra)

SWARARAKYAT.COM – Dalam orasi politiknya di hadapan sejumlah kader Partai Gerindra, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengakui bahwa saat ini ilmu agamanya belum sampai untuk menjadi imam salat berjamaah. Baginya, imam salat haruslah ditunjuk orang yang telah memiliki kemampuan agama yang tinggi.

Demikian disampaikan Prabowo ketika menyinggung pihak tertentu yang telah mendeskreditkan kemampuan agamanya. Dia memang tak menampik kemampuan agamanya masih di bawah untuk menjadi imam salat.

“Saya dibilang Islam garis keras besoknya dibilang kurang Islam. Saya ngga bisa jadi imam salat katanya. Ya saya merasa tahu diri betul. Yang jadi imam harus lebih tinggi ilmunya. Betul?,” ujar Prabowo di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Jakarta, Senin (17/12).

Baca Juga:   Sudjiwo Tedjo: Tingkat Kecerdasan Prabowo Jangan Diukur dari Seringnya Dikhianati atau Tidak

Dia mengaku tak malu dan takut mengakui bahwa saat ini dirinya memang belum pantas menjadi imam salat. Mantan Danjen Kopassus itu tegas tak mau menutupi apa yang masih menjadi kekurangannya.

“Kalau ngga ngerti saya tanya ustad, beliau jelaskan apakah Islam ini radikal. Mereka ajarkan Islam kita rahmatan. Islam kita bukan islam menyebar kebencian Islam kita ingin sejuk dan damai,” tegasnya.

Informasi saja, mantan kader Gerindra, La Nyalla Mataliti pernah mengatakan bahwa Joko Widodo dinilai lebih unggul dalam urusan beragama dibanding Prabowo Subianto. Ia juga menyatakan dukungannya kepada mantan Walikota Solo itu di Pilpres 2019.

Baca Juga:   Jika Prabowo Menang, PSI: Ini Bahaya, Bahaya Banget, Era KKN Kembali

“Pak Jokowi berani mimpin salat. Pak Prabowo berani suruh mimpin salat? Enggak berani. Ayok kita uji keislamannya Pak Prabowo. Suruh Pak Prabowo baca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, baca bacaan shalat. Kita semua jadi saksi,” kata La Nyalla, Selasa (11/12). (Ren/JPG)

Loading...

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!