Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 175

Nasional

Dituding Bawa Politik Pecah Belah, Ratna Sarumpaet Ditolak di Batam

Massa tolak kedatangan Ratna Sarumpaet di Batam. ©2018 Liputan6.com/Afrodite Aznx

SWARARAKYAT.COM – Aktivis Ratna Sarumpaet mendapat penolakan dari sejumlah organisasi masyarakat di Bandara Hang Nadim, Batam saat akan menghadiri Seminar Gerakan Selamatkan Indonesia.

Sejumlah ormas yang menolak kehadiran Ratna diantaranya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jogo Boyo, Melayu Raya, Gagak Hitam, Persatuan Mahadiswa Islam Indonesia Ibnu Sina Batam.

Baca Juga:   Jokowi Tak Akan Bagi-bagi Sepeda Lagi, Ini Alasannya

Panglima Pasukan Adat Melayu Udin Pelor mengatakan alasan penolakan kegiatan yang diketuai oleh Ratna Sarumpaet karena dianggap membawa politik pecah belah.

“Tidak mau Batam (Tanah Melayu) menjadi korban politik pecah belah,” Kata Udin di Gerbang pintu keluar Bandara Hang Nadim Batam, Minggu (16/9).

Baca Juga:   Kunjungi Kediaman HRS, KH. Luthfi Bashori: NU dan FPI Selalu Bersinergi

Udin menegaskan masyarakat Batam sebenarnya tidak melarang melakukan seminar asalkan materi yang disampaikan tidak menimbulkan membuat masyarakat terbelah.

“Siapapun yang datang masyarakat Batam terbuka, asal jangan memecah belah,” teriak Udin.

Menurutnya, Ratna Sarumpaet dan rombongan pantas untuk ditolak karena masyarakat khawatir akan menggelar aksi deklarasi 2019gantipresiden yang berujung pada kerusuhan.

“Tidak ada pelarangan politik yang jelas jangan seperti deklarasi 2019gantipresiden,” ungkapnya.

Baca Juga:   MUI Bali Tolak Acara Berbau LGBT "Miss Gaya Dewata 2018"

Sementara itu, Forum kepemimpinan Mahasiswa Kepri Andrian meminta Ratna Sarumpaet untuk tidak menginjakan kaki ke Batam. Sebab, dia tidak ingin keamanan Kota Batam akan tergangu jika Ratna Sarumpaet datang.

“Kami minta Ratna pulang, jangan rusak kondusifitas Kota Batam,” ujarnya.

Massa aksi penolakan ini pun terdiri dari sejumlah aliansi, OKP, dan mahasiswa.

Baca Juga:   TKN Jokowi ke Relawan: Jangan Sebar Hoaks, Cukup Bilang Tempe Masih Gede di Warteg

“Kami ini sepakat bahwa, jangan ada pihak luar Batam untuk upaya pemecah belah masyarakat Batam yang aman ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Ratna juga pernah mendapat penolakan saat akan menghadiri diskusi di Kepulauan Bangka Belitung. Ratna tak sendiri, ada Rocky Gerung yang juga mendapat penolakan.(SR/Ren)

Loading...

More in Nasional