Connect with us
Dibaca: 249

Opini

DUKUNG TNI ‘GANYANG’ PKI

Penolakan G30S/PKI. (Foto: Ist)

Oleh : Nasrudin Joha

Belum lama ini Sedikitnya 160 buku berisi faham komunis ini disita petugas Koramil 0809/11 Pare dari tiga toko buku yang ada di kawasan Kampung Inggris, Pare, Kediri, Jawa Timur yakni toko buku q-ageng satu dan dua di Jalan Brawijaya, Toko Buku Abadi. Ratusan buku tersebut dicetak oleh sejumlah lembaga penerbitan.

Petugas menyita beberapa buku seperti buku berjudul Menempuh Jalan Rakyat D.N. Aidit, toko Partai Komunis Indonesia yang diterbitkan oleh Yayasan Pembaharuan tahun 1952 dan buku berjudul Negara Madiun? Kesaksian Soemarsono Pelaku Sejarah, yang diterbitkan oleh Fuspad tahun 2003.

Letnan Kolonel Kavaleri Dwi Agung, Komandan Kodim 0809 Kediri mengatakan, penyitaan buku-buku diduga berisi faham komunis ini bermula dari laporan babinsa setempat yang ditindaklanjuti oleh tim gabungan. Peredaran buku tersebut dianggap bertentangan dengan tap mprs nomor 25 tahun 1966 tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia. 

Baca Juga:   China Menggali Liang Kuburnya Dimulai Dari Indonesia

Langkah TNI ini sudah tepat, sebuah tindakan antisipasif agar PKI yang menjadi bahaya laten tidak meningkat menjadi bahaya aktual dan nyata. Langkah TNI ini wajib didukung, karena nyaris tinggal TNI bagian dari aparat resmi negara yang sensitif terhadap bahaya PKI. Selebihnya, PKI dianggap bukan ancaman dan bahkan kecenderungan terhadap atribut PKI dianggap trend saja.

LBP diantara tokoh yang menyebut atribut PKI hanya trend saja, saya juga aneh ada alumni militer tidak sensitif terhadap PKI. Setelah membaca sebentar, saya juga maklum sebab dahulu militer juga banyak yang terinfiltrasi PKI khususnya AU.

Saat ini, kita tidak mungkin berharap penegakan dan pendisiplinan PKI melalui institusi wereng cokelat. Wereng cokelat, justru sudah dianggap ‘musuh bersama’ umat, alat kekuasaan yang menjalankan titah rezim. 

Baca Juga:   Pujian Junior ke Jenderal Andika Perkasa, "Bang Andika Selalu Berpenampilan Bersih dan Rapi"

Praktis, tinggal TNI saja, unsur negara yang konsens terhadap bahaya laten PKI. Karena itu, umat Islam wajib mendukung TNI.

Jika ada partai, tokoh politik, atau siapapun yang mengkomplain tindakan TNI, bisa dipastikan mereka salah satu dari : Kader PKI, anak cucu PKI, antek PKI, orang bayaran PKI, atau bahkan PKI gaya baru.

Maka aneh, jika ada tuntutan mencopot jabatan anggota TNI yang aktif melindungi rakyat dari rongrongan PKI. Lucu, jika ada yang mempersoalkan tindakan TNI dengan berdalih dasar hukum, melanggar HAM, dll. 

Baca Juga:   Medali Kebebasan Pers Jokowi, Simbol Matinya Nurani Pers Indonesia

Aparat wereng cokelat menyita bendera tauhid, menakut-nakuti umat Islam membawa dan mengibarkan bendera tauhid, padahal tidak punya dasar hukum saja tidak ada yang komplain. Tapi kenapa TNI yang menindak atribut dan buku PKI dipersoalkan ? Padahal jelas dasar hukumnya TAP MPRS NO. XXV/1966.

Saat ini politik dan lembaga negara telah terpolarisasi. Akhirnya semua dipaksa memilih : menjadi budak setia rezim pro PKI atau berkhidmat kepada rakyat. TNI mengambil pilihan berkhidmat kepada rakyat, karenanya rakyat wajib membela dan mendukung TNI.

Karena itu sekali lagi, mari kita dukung TNI ganyang PKI. Jangan sampai PKI eksis dalam panggung politik negara dan kembali melakukan kudeta terhadap negeri ini. Cukup sudah, jejak dan sejarah kelam PKI mencoreng muka negeri ini. []

More in Opini

error: Dilarang copy paste tanpa izin!