Ekonomi RI Terjebak Middle Income Trap, Begini Jalan Keluarnya

Foto Ilustrasi

SWARARAKYAT.COM – Indonesia telah terjebak pada posisi negara dengan pendapatan menengah atau middle income trap (MIT) sejak 1993 hingga 2022, atau setidaknya selama 30 tahun terakhir.

Hal tersebut tertuang dalam Rancangan Akhir Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Teknokratik 2025-2029.

Adapun, RPJPN 2025-2045 mencatat saat ini produktivitas ekonomi Indonesia yang salah satunya tercermin dari total faktor productivity (TFP) berada pada posisi terendah di antara negara peers.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mencatat terdapat syarat agar Indonesia dapat keluar dari MIT.

“Kisaran pertumbuhan memang harus 5,6 persen – 6,1 persen itu prasyarat, itungan teknokratik. Kalau pertumbuhan ekonomi pada 2025-2029 itu nggak sampai di angka ini, kami khawatir cita-cita melepas middle income trap pada 2045 itu tidak tercapai,” katanya dalam Sosialisasi RPJPN 2025-2045 dan RPJMN Teknokratik 2025-2029, Senin (9/10/2023).

Baca Juga: Didorong Pertumbuhan Uang Kuasi, M2 Berada di Posisi Rp 8.363,2 Triliun

Alhasil, lanjut Suharso, melalui peningktatan produktivitas, diharapkan ekonomi dapat tumbuh rata-rata 6 persen – 7 persen per tahun agar Indonesia dapat keluar dari MIT sebelum 2045.

“Dalam rancangan tersebut juga setidaknya terdapat dua skenario. Pertama, jika rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen setiap tahunnya, Indonesia dapat melepas gelar MIT pada 2041,” terangnya.

Sementara jika ekonomi dapat tumbuh 7 persen secara konsisten, Indonesia dapat mengakselerasi keluar dari MIT pada 2038.

Indonesia telah mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang stabil selama 7 kuartal berturut di atas 5 persen. Terakhir pada kuartal II/2023, ekonomi berhasil tumbuh 5,17 persen.

Bappenas pun juga menargetkan PDB RI pada 100 tahun Indonesia atau per 2045 dapat setara dengan negara maju sekitar US$23.000 hingga US$30.300 dan masuk ke dalam jajaran ekonomi lima besar di dunia.

Pada pertengahun tahun ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis bahwa Indonesia dapat keluar dari MIT dalam kurun waktu 13 tahun, di antaranya dengan adanya bonus demografi, pergeseran geopolitik yang tak berdampak bagi Tanah Air, dan ekosistem kendaraan listrik yang didukung kekayaan mineral.

“Peluang ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kesempatan kita 13 tahun ke depan, apakah bisa melompat atau tidak,” katanya. (SR/Arrum)