Ekonomi Syariah Lokomotif  Penggerak Kegiatan Umat

Ketua Orwil ICMI DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan ICMI DKI Jakarta merasa bangga karena ICMI Jaksel karena terus aktif dan pro aktif  dalam berbagai kegiatan dan program kerja keumatan.

Foto: Rhesa Yogaswara, Ketua ICMI Orda Jakarta Selatan

Hal itu diungkapkan Ariza saat memberikan sambutan pada seminar interaktif tentang Pengembangan Ekosistem Halal di Kota Global Dalam Rangka Ekonomi dan Keuangan Syariah, yang diselenggarakan oleh Orda ICMI Jakarta Selatan di bawah kepemimpinan Rhesa Yogaswara, di Ballroom BJ Habibie Muamalat Tower Lantai 2, Setiabudi, Jakarta Selatan,  Rabu, 27 Desember 2023.

Syukuran Perayaan Milad ICMI ditandai dengan pemotongan tumpeng
oleh Prof. M. Jafar Hafsah selaku Wakil Ketua Umum ICMI Pusat, didampingi Ariza Patria selaku Ketua ICMI Orwil DKI Jakarta dan Rhesa Yogaswara, Ketua ICMI Orda Jakarta Selatan.

Hadir dalam seminar ini sejumlah narasumber pada sesi I, yakni Deputi Direktur KNEKS, Dece Kurniadi; Kepala  Biro Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta, Moh. Abbas; Regional CEO West Jakarta, Bank Muamalat Indonesia, Erick Ermawan; dengan moderator Sekretaris ICMI Jakarta Selatan, Hamdan Hamedan.

Diskusi panel sesi II menghadirkan pembicara yakni Asisten Deputi Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro, Kementerian Koperasi dan UKM, Muhammad Firdaus; Ketua Umum DPN UKM IKM Nusantara, Hj Chandra Manggih Rahayu; serta Analis Kebijakan Ahli Madya, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) A. Sukandar. Sesi kedua ini dimoderatori oleh Kadiv Hubungan Antar Lembaga, Luar Negeri dan Pertahanan Keamanan, Orda ICMI Jakarta Selatan, Chusnul Savitri.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum ICMI, Prof. M. Jafar Hafsah; M. Abbas, Kabiro Ekonomi dan Keuangan DKI Jakarta, Mohammad Abbas; dan Asisten Deputi Perlindungan dan Kemudahan Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Muhammad Firdaus.

Ariza mengatakan seminar tentang ekonomi syariah ini sangat penting. Berdasarkan data State of the Global Islamic Economy (SGIE), sektor ekonomi syariah Indonesia telah mengalami satu pertumbuhan yang luar biasa.  Pada 2019, ekonomi syariah Indonesia berada di peringkat 15,  pada 2020 meningkat ke urutan ke 10 dan 2021 ekonomi  syariah Indonesia berada di empat besar dunia.
“Ini patut kita syukuri. Namun demikian kita tidak boleh berpuas diri, kita berharap pada masyarakat ekonomi syariah menjadi jembatan bagi semua pemangku ekonomi, untuk dapat membangun ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Yang mampu menghadapi berbagai krisis,” tegas Ariza.

Kita ingat saat krisis ekonomi global melanda dunia, yang mampu bertahan itu adalah UMKM. Ke depan ekonomi kita bukan hanya ditopang oleh UMKM tetapi juga harus didukung oleh ekonomi syariah.
Sebagai organisasi pemantau masyarakat, ICMI melalui peningkatan ekonomi syariah diharapkan menjadi lokomotif  penggerak kegiatan umat secara langsung dan memberikan kesempatan yang lebih banyak wirausaha muda dari kalangan anak muda.

“Saat ini kita berada di zaman yang sedang berubah secara cepat dan radikal, banyak hal yang terjadi, berbagai ekses negatif harus diantisipasi” kata Ariza.
Kalau kita ingin jujur,  kita harus tahu sejauh mana pencapaian kita sebagai sebuah bangsa. Dibandingkan dengan Tiongkok atau Singapura,  PDB Tiongkok pada periode 30 tahun sejak tahun 1985 adalah  46 kali lipat di 2019. 

Sementara ekonomi syariah tumbuh 19,5 kali lipat, sedangkan ekonomi Indonesia  tertinggal jauh, termasuk di Asean. Tiongkok berkembang perekonomiannya karena negara itu mengembangkan prinsip kapitalisme negara. Semua cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara. Pelakunya BUMN dan BUMD. Saat ini terdapat 150 ribu BUMN dan BUMD Tiongkok.
“Indonesia juga bisa karena kita punya UUD 45.”

Riza juga mengingatkan saat ini kita kebanjiran generasi muda, kita sedang memasuki bonus demografi. Situasi ini harus dihadapi secara bijak,  kalau tidak akan menjadi masalah.  Ke depan  2030 dan puncaknya 2045, diprediksi Indonesia 7 besar dunia pada 2030 atau empat besar dunia pada 2045, kalau kita berhasil mengoptimalkan bonus demografi kita.

Karena itu Ariza Patria berharap ICMI harus hadir di tengah masyarakat karena mayoritas kita adalah muslim.  Kalau ekonomi masyarakat kita rendah itu berarti eknomi masyarakat muslim rendah, karena negara kita adalah mayoritas muslim.
“Karena itu ICMI harus memastikan bahwa umat Islam harus mampu hadir dengan generasi muda milenial berakhlak yang mampu menjawab tantangan masa depan,“ tegas Ariza. Menjawab hal ini, Rhesa Yogaswara menyatakan bahwa ICMI Jaksel siap mendorong partisipasi generasi muda, milenial dan Gen Z agar mampu menghadapi tantangan masa depan melalui berbagai pelatihan dan juga program tentang kewirausahaan, keuangan syariah, pembiayaan pendidikan, digitalisasi, sampai AI.

Ketua ICMI Orda Jakarta Selatan, Rhesa Yogaswara menutup rangkaian acara dengan launching dua buah program kerjasama, yaitu antara ICMI Jaksel dengan Unit Pengumpul Zakat – Cendekia Amal Sejahtera (UPZ-CAS) dan antara ICMI Jaksel dengan lembaga pembiayaan pendidikan (student loan) “Eduloan”, bersama Yayasan Aminul Ummah. (ESH)