Connect with us
Dibaca: 351

Politik

Eks Ketum HMI Sebut Kubu 02 Pakai Konsultan Yahudi, BPN: Kubu Jokowi Masih Suka Tebar Hoax

Wakil Ketua BPN Prabowo Sandi, Priyo Budi Santoso. Ist

SWARARAKYAT.COM – Pihak BPN Prabowo-Sandi menepis tuduhan eks Ketua Umum (Ketum) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Hasanuddin soal keberadaan konsultan Yahudi. BPN menilai pendapat Hasanuddin keliru.

“Ini pendapat ‘ngasal’, analisanya dipaksakan,” kata Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso, kepada wartawan, Kamis (4/4/2019).

Baca Juga:   Ustadz Sambo Nilai Tim Jokowi Anti Tauhid Karena Masalah Ini
Baca Juga:   Tim Prabowo Laporkan Tabloid Indonesia Barokah ke Dewan Pers

Priyo menyebut pernyataan Hasanuddin soal konsultan Yahudi itu sangat sensitif. Dia lalu mempertanyakan kubu capres Joko Widodo (Jokowi) yang kerap menebar hoax.

“Ini masalah sensitif & bisa menjadi persoalan yang serius. Kenapa para jubir Pak Jokowi masih gemar menebar tuduhan hoax seperti ini? Tuduhan yang ngawur & sembrono,” ujarnya.

Baca Juga:   Demokrat Curiga Ada Peran Istana Dibalik Berita dari Asia Sentinel

Sekjen Partai Berkarya itu kemudian mengungkit tuduhan-tuduhan yang dilontarkan kubu Jokowi. Priyo bahkan menyebut semua tuduhan itu sebagai sampah demokrasi.

“Kemaren ada 2 jenderal senior –loyalis pak Jokowi– bicara tentang khilafah, ada juga seorang Ketum partai koalisi pendukung pak Jokowi yang menuduh Islam radikal & HTI mendukung Prabowo-Sandi. Sekarang ditambah lagi konsultan Yahudi,” jelasnya.

“Itu semua adalah fitnah & sampah demokrasi. Kurang baik apa pak Prabowo, selama ini beliau tidak pernah meminta kami-kami ini untuk menyebut eksponen komunis/PKI bersembunyi & mendukung pak Jokowi,” ujar bekas Wakil Ketua DPR itu.

Baca Juga:   BPJS Bermasalah, Gamal Albinsaid: Kita Butuh Pemimpin yang Komitmen Terhadap Kesehatan

Sebelumnya, Hasanuddin membeberkan isu hoax yang selama ini menyerang capres petahana Jokowi. Dia kemudian bicara soal konsultan asal Yahudi.

“Kita bisa mengatakan bahwa hoax itu dosa jariyah, jadi bukan hanya ada amal jariyah, tetapi ada juga dosa jariyah. Dosa yang meskipun orangnya sudah meninggal, dia masih mendapat investasi dosanya itu. Ini yang terjadi sebenarnya adalah penerapan konspirasi teori dalam proxy war,” kata Hasanuddin.

Baca Juga:   Aksi Bela Tauhid Aliansi Umat Islam Tapanuli Bagian Selatan

Jadi kubu Prabowo, entah siapa konsultannya di situ, mungkin orang Yahudi, karena teori konspirasi produk Yahudi, sering digunakan intelijen Israel,” ujarnya di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat.

Dia menyebutkan, pola konspirasi yang disebut bisa ditelaah dengan mudah. Salah satunya yakni, kata Hasanuddin yakni memposisikan capres 02 Prabowo Subianto seolah tokoh Islam. (sta)

Baca Juga:   Jalin Kesepakatan di Kertanegara, Keluarga Besar Pendiri NU Dukung Prabowo-Sandi

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!